Akses Terganggu, Komisi III DPRD Dorong Perbaikan Jalan Terdampak Longsor
- 23 Apr 2026 15:57 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kabupaten Gorontalo – Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo meninjau langsung kondisi ruas jalan Pulubala–Batulayar–Liyodu–Liyoto–Kayumerah di Kecamatan Bongomeme yang mengalami kerusakan parah akibat longsor, Kamis 23 April 2026.
Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap infrastruktur yang baru dibangun pada tahun 2025 melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) oleh Balai Jalan.
Kerusakan dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan longsor hingga mengikis hampir setengah badan jalan. Kondisi tersebut diperparah oleh sedimentasi sungai di sekitar lokasi yang menghambat aliran air, sehingga air meluap dan menghantam fondasi jalan serta lahan perkebunan warga.
Dampaknya, akses transportasi masyarakat terganggu, terutama bagi petani yang mengangkut hasil pertanian seperti jagung dan padi dari Kecamatan Bongomeme menuju Pulubala.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi III juga berdialog dengan pemerintah desa untuk membahas langkah penanganan darurat. Sejumlah upaya mulai dilakukan, di antaranya normalisasi sungai menggunakan alat berat serta rencana pemasangan bronjong untuk menahan abrasi.
Selain itu, direncanakan pengalihan alur sungai melalui skema tukar guling lahan warga. Namun, rencana tersebut masih menghadapi kendala karena belum semua masyarakat memberikan persetujuan, terutama akibat perbedaan ketinggian antara sungai dan badan jalan yang cukup signifikan.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, menegaskan bahwa kondisi ini harus segera ditangani secara cepat dan terpadu.
“Kerusakan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ini akses vital bagi masyarakat, terutama petani,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat terkait rencana pengalihan alur sungai demi kepentingan jangka panjang.
Komisi III memastikan akan terus mengawal proses perbaikan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran, agar akses jalan tidak terputus total, terutama saat curah hujan kembali meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....