TPN KemenPANRB Tinjau Langsung Dampak Inovasi Koin Stunting di Limboto

  • 29 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) RI bersama Tim Evaluasi Mandiri (TEM) Kemendukbangga/BKKBN RI melakukan peninjauan lapangan terhadap inovasi Koin Stunting di Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat 25 September 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan inovasi sekaligus manfaat yang diterima masyarakat, khususnya keluarga yang menjadi sasaran intervensi penanganan stunting.

TPN KemenPANRB RI yang terdiri dari Nyoman Bagus Bayu Pradnyana dan Widaryati Hestiarsi, bersama TEM Kemendukbangga/BKKBN RI Della Regita Adriana dan Elok Rizki Pamula, mengunjungi sejumlah keluarga penerima manfaat Koin Stunting.

Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Tenny Calvenny Soriton serta Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Gorontalo Ismail T. Akase.

Koin Stunting merupakan inovasi yang digagas Koordinator Wilayah Penyuluh KB Kecamatan Limboto, Abdurahman Nango. Program ini mengajak masyarakat mengumpulkan uang koin yang kemudian dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga berisiko stunting.

Bantuan yang diberikan antara lain berupa akses air bersih, pembangunan jamban, dukungan nutrisi, hingga edukasi kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, tim penilai melihat langsung penerapan inovasi serta dampaknya terhadap keluarga penerima manfaat. Tim juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Koin Stunting yang dinilai telah mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Meski demikian, penguatan pencatatan dan administrasi menjadi salah satu catatan yang disampaikan tim. Pengelolaan data diharapkan dapat dikembangkan secara digital sehingga seluruh proses intervensi dan hasilnya lebih mudah ditelusuri serta mendukung tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Tenny Calvenny Soriton mengatakan, Koin Stunting menjadi salah satu inovasi yang diunggulkan dalam pembangunan Zona Integritas karena orientasinya tidak hanya pada administrasi, tetapi juga manfaat langsung bagi masyarakat.

“Koin Stunting menjadi salah satu inovasi yang kami unggulkan. Yang ingin kita lihat bukan hanya inovasinya ada, tetapi apakah inovasi ini memberikan dampak kepada masyarakat,” ujar Tenny.

Ia mencontohkan, salah satu keluarga yang dikunjungi sebelumnya belum memiliki jamban dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Melalui intervensi Koin Stunting, kebutuhan dasar tersebut dapat dibantu.

Manfaat program juga dirasakan Hastin Yusuf yang menerima bantuan air bersih. Bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari sekaligus mengurangi kesulitan keluarga dalam memperoleh air.

Sementara itu, Mamat Hasan menjadi salah satu penerima bantuan jamban. Fasilitas tersebut membantu keluarga memperoleh sanitasi yang lebih layak dan mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Gorontalo Ismail T. Akase mengatakan, pemerintah daerah akan terus memperkuat gerakan Koin Stunting agar jangkauan manfaatnya semakin luas.

“Gerakan Koin Stunting akan terus kami tingkatkan dan giatkan. Harapannya, semakin banyak pihak yang terlibat sehingga berbagai permasalahan yang berkaitan dengan stunting dapat kita tangani dan selesaikan secara bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Abdurahman Nango menjelaskan bahwa Koin Stunting berawal dari kepedulian sederhana masyarakat yang kemudian dikumpulkan menjadi gerakan bersama.

Melalui gerakan tersebut, kontribusi masyarakat diubah menjadi bentuk intervensi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang membutuhkan.

Data tahun 2026 menunjukkan, target keluarga berisiko stunting di Kecamatan Limboto yang menjadi sasaran intervensi tercatat sebanyak 212 keluarga. Sementara jumlah sasaran yang telah mendapatkan berbagai bentuk intervensi mencapai 624 sasaran atau 294,34 persen dari target.

Capaian tersebut merupakan keseluruhan intervensi dan tidak seluruhnya berasal dari Koin Stunting. Namun, inovasi tersebut turut berkontribusi dalam memperluas jangkauan intervensi kepada masyarakat.

Sebelumnya, persentase keluarga berisiko stunting di Kecamatan Limboto juga tercatat mengalami penurunan, dari 27,11 persen pada 2023 menjadi 15,71 persen pada 2025.

Peninjauan lapangan TPN dan TEM menjadi bagian dari proses evaluasi pembangunan Zona Integritas. Kegiatan tersebut sekaligus melihat sejauh mana inovasi pelayanan publik mampu memberikan dampak nyata, didukung tata kelola yang akuntabel dan dokumentasi yang transparan.

Melalui Koin Stunting, kepedulian masyarakat yang dihimpun dari kontribusi kecil diarahkan menjadi bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, sekaligus memperkuat kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam upaya penanganan stunting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....