Kemenag Boalemo Bekali Remaja Hadapi Tantangan di Era Digital

  • 23 Agt 2026 14:10 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boalemo melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah di Sekolah Rakyat Wonosari, Kamis 20 Agustus 2026.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boalemo, Djufri Rauf, tersebut diikuti 83 siswa Sekolah Rakyat tingkat Menengah Atas.

Dalam arahannya, Djufri memberikan penguatan kepada para siswa agar mampu menghadapi berbagai tantangan remaja di tengah perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial.

Menurutnya, remaja saat ini dihadapkan pada berbagai pilihan yang dapat memengaruhi pola pikir, pergaulan, hingga keputusan yang menentukan masa depan.

“Remaja hari ini berhadapan dengan banyak pilihan. Ada media sosial, pergaulan, tekanan dari teman sebaya, konten digital, hubungan dengan lawan jenis, bahkan ancaman seperti judi online, pinjaman online, bullying dan berbagai persoalan lainnya,” ujar Djufri.

Ia mengingatkan para siswa agar tidak mudah mengikuti sesuatu hanya karena sedang tren atau dilakukan oleh lingkungan pertemanan. Kemampuan memilih dan berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri merupakan bagian penting dari proses menuju kedewasaan.

Djufri juga memberikan perhatian terhadap persoalan hubungan dengan lawan jenis. Ia berpesan agar para siswa tidak menjadikan hubungan asmara sebagai alasan untuk berhenti mengejar pendidikan dan cita-cita.

“Jangan jadikan cinta sebagai alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Kalian masih memiliki perjalanan panjang. Bangun terlebih dahulu kemampuan, pendidikan, karakter dan masa depan kalian,” tegasnya.

Menurut Djufri, hubungan dan perasaan merupakan bagian dari kehidupan remaja, namun harus ditempatkan secara proporsional dan tidak sampai mengorbankan masa depan.

“Kalau hari ini kalian punya cita-cita, jangan sampai cita-cita itu berhenti hanya karena sebuah hubungan. Justru jadikan masa muda sebagai waktu untuk mempersiapkan diri agar ketika waktunya tiba, kalian mampu membangun kehidupan dan keluarga dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Selain persoalan pergaulan, Djufri mengingatkan para siswa mengenai pentingnya menjaga kehormatan diri di ruang digital. Ia meminta siswa lebih berhati-hati dalam membagikan foto, video maupun informasi pribadi melalui media sosial.

“Jangan mudah mengirim foto atau video pribadi. Jangan mudah percaya kepada orang yang hanya dikenal melalui media sosial. Jangan menjadikan hubungan pribadi sebagai konsumsi publik dan pikirkan dampaknya sebelum mengunggah sesuatu,” pesannya.

Ia menambahkan, jejak digital dapat bertahan jauh lebih lama dibandingkan apa yang dibayangkan seseorang ketika pertama kali mengunggah sebuah konten.

“Apa yang kalian unggah hari ini bisa menjadi jejak yang kalian bawa bertahun-tahun kemudian,” kata Djufri.

Melalui kegiatan tersebut, Djufri berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kehidupan remaja dan persiapan menuju kehidupan berkeluarga, tetapi juga memiliki kemampuan menjaga diri, mengambil keputusan secara bijak, serta membangun masa depan dengan penuh tanggung jawab.

“Gunakan masa muda untuk belajar, membangun kemampuan dan mengejar cita-cita. Kalian boleh bermimpi setinggi mungkin, tetapi pastikan setiap langkah menuju mimpi itu tetap memiliki ilmu, karakter dan nilai agama,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....