Persiapan Haji 2027, Kemenhaj Gorontalo Tekankan Tiga Prinsip
- 21 Agt 2026 15:49 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 mulai diperkuat Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo dengan menekankan tiga prinsip utama, yakni mengerti, fokus, dan konsisten. Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo Mansur Basir menyampaikan prinsip tersebut saat menutup Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Provinsi Gorontalo Tahun 2026 di atas Kapal Pinisi, Makassar.
Menurut Mansur, prinsip pertama yang harus dimiliki jajaran Kemenhaj adalah memahami pekerjaan yang dilakukan, termasuk regulasi, tugas dan fungsi masing-masing. Pemahaman menjadi dasar agar seluruh pekerjaan dapat dijalankan tepat dan sesuai ketentuan.
Prinsip kedua adalah fokus terhadap tugas yang diemban. Setiap pegawai diminta memusatkan perhatian pada pekerjaan dan tidak mudah terdistraksi dalam menjalankan setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji.
Mansur mengatakan prinsip ketiga adalah konsistensi dalam menjaga ritme dan kualitas kerja sejak persiapan hingga seluruh rangkaian penyelenggaraan haji selesai.
“Prinsip yang ketiga adalah consistently what you are doing. Artinya, konsisten menjaga ritme dan kualitas kerja dari awal hingga akhir,” kata Mansur Basir, Jumat 21 Agustus 2026.
Ia juga memaknai pelaksanaan penutupan Rakerwil di atas kapal sebagai simbol perjalanan dan pergerakan menuju tujuan yang telah ditetapkan.
“Jangan sampai setelah Rakerwil kita hanya berhenti dan bersandar. Kita harus langsung berlayar menjalankan hasil-hasil yang telah disepakati untuk menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji,” ucapnya.
Selain kesiapan internal, Mansur menyoroti tantangan peningkatan jumlah pendaftar haji di Gorontalo. Saat ini, jumlah pendaftar haji di daerah tersebut berada di kisaran 16.000 jemaah.
“Tugas pertama kita adalah menyeru, mengabarkan, dan mengajak masyarakat untuk mendaftar haji. Khusus di Gorontalo, kita harus jemput bola dan terus melakukan edukasi secara intensif,” tegas Mansur.
Ia meminta jajaran Kemenhaj Gorontalo mengoptimalkan media digital seperti Facebook, Instagram dan TikTok untuk menyebarluaskan informasi mengenai program haji, layanan kedinasan hingga mekanisme pembiayaan.
Menurutnya, penyampaian informasi secara masif dan profesional diperlukan untuk memperluas pemahaman masyarakat sekaligus mengurangi kesalahpahaman mengenai biaya haji, subsidi nilai manfaat dari BPKH dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
“Langkah ini penting untuk mengikis kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai rincian biaya penyelenggaraan ibadah haji, skema subsidi nilai manfaat dari BPKH, serta Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan langsung oleh jemaah,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....