Kanwil Kemenag Gorontalo Evaluasi Kinerja Madrasah Semester I 2026
- 30 Jun 2026 13:39 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Triwulan II Tahun 2026 di Aula Kanwil Kemenag Gorontalo, Selasa 30 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan mengevaluasi capaian program pendidikan madrasah selama semester I tahun 2026 sekaligus menyusun langkah perbaikan untuk semester berikutnya.
Rapat dipimpin Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Y. Bobihu, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H. Masjrul Janto Usman. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Bidang PAPKIS Hj. Fitriyani Humokor, para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, pengawas, serta kepala madrasah negeri dan swasta se-Provinsi Gorontalo.
Dalam arahannya, Mahmud Y. Bobihu menegaskan evaluasi menjadi momentum penting untuk mengukur pelaksanaan program kerja madrasah selama enam bulan pertama tahun 2026. Menurutnya, hasil evaluasi juga menjadi dasar penyusunan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah.
Salah satu capaian yang disampaikan adalah hasil koordinasi Bidang Pendidikan Madrasah dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Mahmud mengungkapkan usulan pengadaan lahan untuk madrasah di Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara telah mendapat peluang penganggaran pada tahun 2027.
“Apapun kekurangan kemarin yang tidak sempat ditindaklanjuti, sudah dilaporkan Pak Kabid ke Pak Direktur dan juga Pak Dirjen Pendis. Alhamdulillah, usulan pengadaan tanah untuk Boalemo dan Gorontalo Utara sudah bisa dianggarkan pada tahun 2027,” ujar Mahmud.
Selain itu, Kanwil Kemenag Gorontalo juga mengapresiasi penyelesaian pembangunan melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di MAN Insan Cendekia Gorontalo dan MTs Negeri 2 Gorontalo yang kini telah siap dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Dalam evaluasi tersebut, persoalan kekurangan tenaga pendidik juga menjadi perhatian utama. Mahmud menyebut kekurangan guru terjadi hampir di seluruh jenjang madrasah, mulai dari RA, MIN, MTs hingga MA. Kondisi paling mendesak terjadi di MAN Insan Cendekia Gorontalo setelah salah satu guru meninggal dunia.
“Kekurangan guru yang nomor satu itu di MAN IC. Kita tidak boleh sembarang drop orang ke sana karena mereka punya aturan dan kualifikasi sendiri. Kemarin kita kekurangan lagi satu karena gurunya meninggal dunia,” katanya.
Menurut Mahmud, daftar kebutuhan guru telah disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan harapan dapat dipenuhi paling lambat pada tahun 2027.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam penguasaan teknologi informasi. Mahmud menegaskan seluruh ASN Kementerian Agama harus mampu beradaptasi dengan digitalisasi dan sistem manajemen talenta yang kini diterapkan pemerintah.
“Sampai saat ini ternyata masih ada juga ASN yang tidak tahu IT. Kapan mau belajar? ASN Kemenag khususnya guru harus mandiri, punya kompetensi, kreasi, dan inovasi. Sekarang sudah menuju ASN manajemen talenta, kita berlomba-lomba dengan kompetensi kita,” tegasnya.
Mahmud berharap rapat evaluasi Triwulan II ini menghasilkan berbagai masukan dan solusi yang mampu menyelaraskan program Kanwil Kemenag Gorontalo dengan kebutuhan nyata madrasah di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo, sehingga kualitas pendidikan madrasah terus meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....