BKKBN Gorontalo Targetkan 4.311 Peserta KB Baru pada HARGANAS 2026

  • 11 Jun 2026 17:03 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Gorontalo menggelar Kick Off Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Pohuwato tersebut dilaksanakan secara hybrid pada Senin 8 Juni 2026 dan terhubung langsung dengan peluncuran nasional dari Jakarta yang dipimpin Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

Pelayanan KB Serentak HARGANAS 2026 akan berlangsung selama satu bulan, mulai 8 Juni hingga 8 Juli 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan keluarga berencana yang berkualitas serta memperkuat pembangunan keluarga sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Tenny Calvenny Soriton, S.Sos., M.M., mengatakan momentum HARGANAS menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan layanan KB kepada masyarakat, khususnya pasangan usia subur yang membutuhkan pelayanan kesehatan reproduksi yang aman, mudah dijangkau, dan berkualitas.

“Pelayanan KB bukan hanya tentang penggunaan alat kontrasepsi, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat, terencana, dan sejahtera. Melalui pelayanan yang semakin mudah dijangkau, kita ingin memastikan setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk merencanakan masa depan yang lebih baik,” kata Tenny.

Pada pelaksanaan Pelayanan KB Serentak HARGANAS 2026, Provinsi Gorontalo menargetkan sebanyak 4.311 peserta KB baru. Target tersebut terdiri dari 2.227 peserta Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), 2.084 peserta Non-MKJP, 2.164 peserta KB Pascapersalinan (KBPP), serta 66 akseptor Metode Operasi Wanita (MOW) yang tersebar di enam kabupaten dan kota.

Pelayanan KB akan dilaksanakan di seluruh fasilitas kesehatan yang telah teregistrasi oleh Kemendukbangga/BKKBN. Selain itu, layanan juga akan diperluas melalui Mobil Unit Pelayanan KB yang menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil dan daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.

Dalam peluncuran nasional, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa kehadiran negara dalam Program Keluarga Berencana tidak hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi dan psikologis keluarga.

“Negara hadir dalam program KB adalah melakukan layanan kesehatan, layanan ekonomi, dan layanan psikologis. Supaya anak-anak kita mendapatkan pengasuhan yang seimbang, yang bagus, yang adil, dan itu bagian dari hak anak-anak kita,” ucap Wihaji.

Menurut Wihaji, Program Keluarga Berencana menjadi salah satu strategi penting dalam pembangunan keluarga sekaligus upaya pengentasan kemiskinan. Perencanaan keluarga yang baik dinilai mampu menjaga kesehatan reproduksi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang optimal.

Ia juga menekankan pentingnya pelayanan KB pascapersalinan sebagai upaya menekan risiko kematian ibu, mencegah kehamilan berisiko, serta mempercepat penurunan angka stunting.

Melalui Pelayanan KB Serentak HARGANAS ke-33 Tahun 2026, BKKBN Provinsi Gorontalo berharap semakin banyak pasangan usia subur yang mendapatkan layanan KB berkualitas, sehingga mampu mewujudkan keluarga sehat, keluarga sejahtera, serta mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....