Kanwil Kemenag Gorontalo dan KPID Perkuat Literasi Media di Madrasah & Pesantren

  • 13 Mei 2026 01:53 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Gorontalo, Selasa 5 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua KPID Gorontalo, Jitro Paputungan bersama Komisioner KPID, Hasanuddin Jadin. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kakanwil itu membahas pentingnya penguatan literasi media di lembaga pendidikan, khususnya madrasah dan pondok pesantren di Provinsi Gorontalo.

Dalam kesempatan itu, Jitro Paputungan menegaskan bahwa KPID Gorontalo memiliki komitmen kuat dalam menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat, edukatif, dan inspiratif di daerah.

Menurutnya, kolaborasi strategis dengan dunia pendidikan, terutama madrasah dan pondok pesantren di bawah naungan Kementerian Agama, menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran literasi media di kalangan generasi muda.

“Tujuan utama kolaborasi ini adalah menjalankan peran dan tugas KPID dalam memberikan edukasi literasi media kepada para siswa, santri, serta tenaga pendidik, sekaligus mendorong pemanfaatan media sebagai sarana dakwah yang moderat,” ungkap Jitro.

Menanggapi hal tersebut, Kaswad Sartono menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif KPID Gorontalo dalam membangun sinergi dengan Kementerian Agama.

Ia menilai pembelajaran literasi media di madrasah dan pondok pesantren sangat penting untuk membentuk peserta didik yang kritis, mampu memilah informasi atau melakukan tabayyun, serta memanfaatkan teknologi secara produktif sesuai nilai-nilai Islam.

“Ini menjadi benteng dari dampak negatif konten digital, sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengakses dan menciptakan informasi edukatif,” ujarnya.

Kaswad juga menekankan bahwa literasi media dapat membantu peserta didik membedakan fakta dan opini, melindungi diri dari cyberbullying, serta menggunakan media secara cerdas, aman, berbudaya, dan beretika.

“Tentu ini membantu peserta didik membedakan fakta dan opini, melindungi diri dari cyberbullying, serta memanfaatkan media secara produktif, cerdas, aman, berbudaya dan beretika terutama dalam konteks pendidikan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai agama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kaswad menuturkan bahwa perkembangan digital saat ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk dalam sektor pendidikan dan layanan keagamaan.

“Semua orang dimanapun dia tinggal dan apapun kapasitasnya dan kedudukannya tidak bisa terlepas dari kemajuan digital. Tentunya bagi Kemenag sendiri yang mempunyai agenda besar seperti digitalisasi layanan, digitalisasi pendidikan dan digitalisasi dakwah tentu sangat penting,” pungkasnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara Kemenag dan KPID Gorontalo dalam meningkatkan literasi media yang sehat, moderat, dan berorientasi pada pendidikan karakter di kalangan siswa madrasah dan santri pondok pesantren.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....