Doa Bersama Pelepasan Calon Jemaah Haji Bone Bolango

  • 13 Mei 2026 02:48 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai kegiatan doa bersama bagi calon jemaah haji Kabupaten Bone Bolango yang digelar bersama jajaran Kementerian Agama Provinsi Gorontalo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Bone Bolango, Alwin R. Toma, para Pejabat Eselon IV Kankemenag Bone Bolango, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Ny. Hj. Suriyani Kaswad, Ketua DWP Kankemenag Bone Bolango Ny. Hj. Dahnizar Alwin R. Toma beserta jajaran, serta ASN di lingkungan Kankemenag Bone Bolango.

Dalam sambutannya, disampaikan penghormatan kepada seluruh tamu undangan dan calon jemaah haji yang akan berangkat menunaikan rukun Islam kelima. Doa khusus dipanjatkan bagi para tamu Allah, di antaranya Kepala Kankemenag Bone Bolango H. Alwin Rans Toma yang dipercaya sebagai Ketua Kloter 28 UPG, Kasubag TU H. Jasmin Hilomalo sebagai pembimbing ibadah, serta seluruh jemaah lainnya.

Kegiatan diawali dengan lantunan talbiyah dan doa bersama sebagai bentuk kesiapan spiritual dalam memenuhi panggilan Allah SWT menuju Tanah Suci.

Dalam tausiyah yang disampaikan, dijelaskan bahwa ibadah haji merupakan penyempurna rukun Islam dan memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Lima rukun Islam disebut saling berkaitan erat dalam membentuk keimanan dan ketakwaan.

“Para ulama menyebutkan bahwa haji adalah penyempurna rukun Islam. Seseorang yang telah melaksanakan syahadat, salat, zakat, dan puasa, namun belum berhaji, maka secara fikih keislamannya belum sempurna,” ungkapnya.

Meski demikian, pahala haji disebut dapat diraih melalui amalan-amalan tertentu seperti menjaga salat berjamaah dan memperbanyak zikir. Namun, pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci tetap memiliki nilai yang tidak tergantikan.

Dalam tausiyah itu juga dijelaskan bahwa para jemaah akan merasakan kedekatan luar biasa dengan Allah SWT, terutama saat berada di sekitar Ka’bah dan ketika menjalani wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijjah.

“Di Arafah, doa-doa dikabulkan dan dosa-dosa diampuni. Inilah puncak dari ibadah haji, di mana manusia mencapai kondisi terbaiknya di hadapan Allah,” jelasnya.

Selain itu, air mata yang mengalir saat beribadah disebut sebagai bagian dari pengalaman spiritual dan bentuk kebahagiaan seorang hamba ketika merasa dekat dengan Sang Pencipta.

Namun demikian, para jemaah diingatkan agar tetap mengutamakan kesempurnaan pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga tawaf serta sa’i.

Setelah seluruh rangkaian ibadah terlaksana dengan baik, para jemaah diharapkan mampu meraih predikat haji mabrur yang tercermin dari perubahan perilaku dan akhlak setelah kembali ke tanah air.

“Haji mabrur tidak diukur di Tanah Suci, tetapi setelah kembali ke tanah air. Perubahan akhlak menjadi indikator utamanya,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, seluruh calon jemaah diajak untuk meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab, serta menjaga kekhusyukan selama menjalankan ibadah haji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....