Dirjen Bimas Kristen Ingatkan Waspada Penipuan dan Hoaks Manipulasi Digital
- 31 Mar 2026 07:31 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Jeane Marie Tulung, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan dan penyebaran hoaks di media sosial yang memanfaatkan teknologi manipulasi digital.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada para Penyuluh Agama Kristen dan Guru Pendidikan Agama Kristen se-Provinsi Gorontalo di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo.
Dalam arahannya, Dr. Jeane menyoroti maraknya video palsu yang menampilkan sosok dirinya maupun pejabat lainnya untuk menawarkan bantuan fiktif kepada masyarakat. Video tersebut biasanya disertai dengan permintaan agar korban mentransfer sejumlah uang sebagai syarat administrasi.
“Kalau kita memberikan bantuan, tentu tidak mungkin kita meminta transfer terlebih dahulu. Jadi kalau ada hal-hal seperti itu, tolong disampaikan bahwa itu hoaks dan penipuan. Jangan dipercaya,” tegasnya.
Menurutnya, kecanggihan teknologi saat ini memungkinkan oknum tidak bertanggung jawab merekayasa video atau membuat konten yang seolah-olah berasal dari pejabat tertentu. Bagi masyarakat yang belum pernah melihat langsung atau mengenal gaya bicara seseorang, video semacam ini dapat terlihat meyakinkan.
Selain modus penipuan, ia juga menyoroti munculnya pihak-pihak di media sosial yang mengaku sebagai tokoh agama, tetapi justru menyebarkan ajaran yang memprovokasi serta memicu konflik, baik di kalangan internal umat Kristen maupun antarumat beragama.
“Ada yang tiba-tiba mengaku tokoh agama lalu menyebarkan ajaran yang memprovokasi dan mengadu domba. Kita harus jeli dan tidak perlu ikut-ikutan dalam hal yang memecah belah,” ujarnya.
Ia menilai fenomena tersebut menjadi salah satu tantangan di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, di mana media sosial dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan maupun memicu perpecahan.
Karena itu, ia mengajak para penyuluh agama Kristen, guru Pendidikan Agama Kristen, serta tokoh masyarakat untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada jemaat dan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
Dr. Jeane menegaskan bahwa setiap informasi terkait program bantuan dari Direktorat Jenderal Bimas Kristen hanya disampaikan melalui saluran resmi, baik melalui kantor Ditjen Bimas Kristen maupun melalui situs dan media sosial resmi Kementerian Agama.
“Dunia digital ini punya nilai positif yang sangat membantu kita, tetapi kita juga harus pintar menggunakannya agar tidak menjadi korban penipuan. Tetaplah waspada dan jadilah pembawa pesan kebenaran di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, diharapkan para penyuluh agama dan guru Pendidikan Agama Kristen dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan literasi digital kepada masyarakat sekaligus menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....