Kakanwil Kemenag Gorontalo: Penghafal Al-Qur’an Punya Kecerdasan Tinggi

  • 30 Mar 2026 10:19 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Kaswad, menyebut para penghafal Al-Qur’an memiliki potensi kecerdasan yang tinggi karena proses menghafal Al-Qur’an melibatkan kerja otak secara optimal.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an siswa kelas XII MAN Insan Cendekia Gorontalo Tahun Pelajaran 2025/2026, di Gedung Azlea Convention Centre.

Menurut Kaswad, aktivitas membaca dan menghafal Al-Qur’an membuat kedua belahan otak, baik kanan maupun kiri, bekerja secara bersamaan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kecerdasan para penghafal Al-Qur’an.

“Dalam pandangan para pakar dan juga disebutkan dalam berbagai kajian, orang yang menghafal Al-Qur’an memiliki kecerdasan di atas rata-rata karena ketika membaca Al-Qur’an kedua belahan otak bekerja secara bersamaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam membaca Al-Qur’an terdapat perpaduan antara aspek ilmu pasti dan seni. Ilmu tajwid yang mengatur panjang pendek bacaan bersifat matematis, sementara tilawah menghadirkan unsur keindahan melalui irama dan lagu.

“Di dalamnya ada ilmu tajwid yang bersifat matematis dan ada tilawah yang merupakan seni. Karena itu, kerja otak menjadi sistemik,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kaswad juga menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua siswa yang anak-anaknya berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an. Ia mengapresiasi peran penting keluarga dalam mendukung keberhasilan para siswa.

“Atas nama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, saya mengucapkan selamat kepada para orang tua. Dalam hadis disebutkan bahwa orang tua dari penghafal Al-Qur’an kelak akan diberikan mahkota kemuliaan oleh anak-anaknya di akhirat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kaswad menegaskan bahwa keberhasilan para siswa tidak terlepas dari peran dua sosok penting, yakni orang tua sebagai pendidik pertama di rumah serta para guru di madrasah yang membimbing dan mengarahkan mereka hingga meraih prestasi.

“Anak-anak memiliki dua orang tua, yakni orang tua biologis dan orang tua ideologis yaitu para guru yang membimbing mereka hingga meraih prestasi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....