Peningkatan Mutu Madrasah dan Layanan KUA Jadi Fokus Kementerian Agama

  • 25 Mar 2026 07:31 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan madrasah dan pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato. Dalam arahannya, Kaswad menekankan bahwa madrasah dan KUA memiliki peran strategis dalam membangun kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Menurutnya, kedua lembaga tersebut harus terus didorong untuk meningkatkan kinerja serta mutu pelayanan. Ia mengungkapkan bahwa selama ini dirinya rutin membaca laporan dan publikasi dari unit kerja Kementerian Agama di daerah, namun masih minim informasi yang berasal dari madrasah dan KUA.

“Potensi Kementerian Agama di Gorontalo sebenarnya sangat besar. Namun potensi tersebut harus terus didorong agar dapat berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Untuk memastikan peningkatan kualitas madrasah, Kaswad meminta seluruh kepala madrasah negeri mempresentasikan visi dan misi secara langsung di hadapannya. Langkah ini dilakukan untuk melihat secara konkret rencana strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan.

“Saya ingin mengetahui secara langsung bagaimana rencana madrasah dalam mempersiapkan umat masa depan. Kepala madrasah harus siap menunjukkan rencana kerja dan target yang ingin dicapai,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kepemimpinan di KUA. Dalam proses pengangkatan kepala KUA, menurutnya perlu dilakukan fit and proper test guna memastikan pejabat yang ditunjuk memiliki kompetensi yang memadai.

Kompetensi tersebut mencakup kemampuan membaca dan memahami kitab keagamaan, pemahaman hukum pernikahan, kemampuan komunikasi dalam memberikan bimbingan kepada calon pengantin, serta penguasaan regulasi terkait pelayanan KUA.

“Jangan sampai KUA sudah dibangun dengan program revitalisasi yang sangat baik, tetapi kualitas layanannya masih biasa-biasa saja. Kepala KUA harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya,” tegas Kaswad.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya penguatan data pelayanan keagamaan di masyarakat. Data yang akurat dinilai sangat penting dalam merancang program yang tepat sasaran.

Sebagai contoh, pendataan jumlah jamaah salat tarawih atau salat Jumat dapat dilakukan secara sederhana dengan menghitung jumlah saf dan kapasitas masjid. Selain itu, pendataan imam dan khatib juga perlu dilakukan untuk mengetahui kontribusi aparatur Kementerian Agama dalam pelayanan keagamaan.

“Jika dari lebih dari dua ribu masjid di Provinsi Gorontalo terdapat sekitar seribu lima ratus khatib yang berasal dari Kementerian Agama, maka itu merupakan prestasi yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Melalui Rakerda ini, Kaswad berharap seluruh jajaran Kementerian Agama di Kabupaten Pohuwato dapat memperkuat sinergi serta merumuskan program-program strategis guna meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....