Bandara UPG Siapkan Makkah Route Jemaah Haji 2027, Kemenhaj Gorontalo Apresiasi

  • 20 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Bandara Internasional Sultan Hasanuddin atau UPG di Makassar disiapkan menjadi proyek percontohan penerapan fasilitas Makkah Route secara penuh pada musim haji 2027, termasuk untuk melayani jemaah haji asal Provinsi Gorontalo. Kesiapan tersebut disampaikan pengelola Bandara Sultan Hasanuddin dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Provinsi Gorontalo Tahun 1447 H/2026 M di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 19 Agustus 2026.

Perwakilan pengelola Bandara Sultan Hasanuddin, Trubus Suharsono, mengatakan sejumlah fasilitas dan layanan disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mempercepat proses pelayanan jemaah haji dari kawasan timur Indonesia.

Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah lounge khusus jemaah haji. Area tersebut diharapkan dapat mengurangi beban waktu tunggu dengan memberikan ruang yang lebih nyaman sebelum jemaah melanjutkan proses keberangkatan.

Selain itu, Bandara Sultan Hasanuddin akan menerapkan Makkah Route secara terpusat. Melalui skema ini, proses keimigrasian dan pemeriksaan tertentu dapat dilakukan sebelum jemaah berangkat sehingga proses kedatangan di Arab Saudi diharapkan berlangsung lebih cepat.

Trubus mengatakan standardisasi pelayanan juga mencakup penyediaan musala berkapasitas besar, zona khusus panitia yang tidak mengganggu jalur umum serta hiburan kaligrafi secara langsung bagi jemaah.

Pengelola bandara juga menyiapkan penguatan konektivitas digital melalui fasilitas Zoom Meeting. Layanan tersebut memungkinkan jemaah di Bandara Sultan Hasanuddin berinteraksi dengan keluarga yang mengantar dari Gorontalo.

Senada dengan hal ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo Mansur Basir, mengapresiasi dukungan Bandara Sultan Hasanuddin, namun meminta durasi waktu tunggu jemaah dapat dipersingkat.

“Kami sangat terbantu oleh otoritas Bandara Sultan Hasanuddin. Ke depannya, kami berharap waktu tunggu bisa dipersingkat. Saat ini, maskapai meminta jemaah bersiap tiga jam sebelum keberangkatan, sementara proses Makkah Route juga membutuhkan waktu, sehingga total jemaah harus menunggu hingga enam jam,” kata Mansur.

Ia berharap waktu persiapan dari maskapai dapat ditekan menjadi dua jam dan proses Makkah Route dapat dipersingkat sekitar satu setengah jam.

“Dengan total waktu tunggu sekitar tiga setengah jam saja, jemaah tidak akan terlalu lelah dan dapat terhindar dari paparan udara dingin di bandara,” ucapnya.

Mansur menegaskan optimalisasi pelayanan haji membutuhkan sinkronisasi lintas instansi, mulai Balai Kekarantinaan Kesehatan, Imigrasi, Kementerian Perhubungan hingga Bea Cukai.

“Pelayanan haji tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinkronisasi dan kolaborasi seluruh pihak agar jemaah mendapatkan pelayanan yang cepat, nyaman, aman, dan terintegrasi,” tambah Mansur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....