Otoritas Bandara Periksa Koper Jemaah Calon Haji Gorontalo Kloter UPG
- 07 Mei 2026 11:12 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Otoritas Bandara Djalaludin Gorontalo mulai melakukan pemeriksaan ketat terhadap 611 koper milik jemaah calon haji Gorontalo tahun 2026 yang tergabung dalam kloter 28 UPG dan 30 UPG, Kamis 7 Mei 2026. sterilisasi barang bawaan ini menjadi isu sentral guna memastikan seluruh koper memenuhi standar keamanan penerbangan internasional sebelum diberangkatkan ke embarkasi. Tahapan pemeriksaan meliputi pelabelan identitas, penimbangan beban maksimal, hingga pemindaian untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam bagasi pesawat.
Langkah preventif ini dilakukan secara menyeluruh agar tidak terjadi kendala teknis saat koper memasuki sistem bagasi di bandara transit maupun saat tiba di Arab Saudi.
Pemeriksaan di Gorontalo kali ini juga mendapatkan pengawalan langsung dari otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar guna sinkronisasi prosedur. Hal ini berkaitan dengan penerapan skema Makkah Route yang memungkinkan pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan lebih awal di Makassar sehingga mempermudah alur kedatangan jemaah di tanah suci.
“Pemeriksaan meliputi pelabelan, ditimbang dan dipastikan tidak ada barang yang melanggar aturan penerbangan. Makkah Route atau pemeriksaan imigrasi dari Arab Saudi sudah dilaksanakan di Makassar, sehingga jemaah setiba di tanah suci langsung menuju bus dan tidak lagi diperiksa,” kata Airport Operation and Service Division Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Trubu Suharsono.
Di Gorontalo, seluruh rangkaian pemberangkatan dipastikan berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh kementerian terkait. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah, terutama dalam hal pengelolaan logistik koper yang jumlahnya sangat masif.
“Di Gorontalo, seluruh tahapan pemberangkatan dipastikan berjalan sesuai SOP termasuk pengangkutan barang bawaan jemaah,” ucap Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Mansur Basir.
Setelah proses pemeriksaan koper selesai, para jemaah akan diberangkatkan menuju Makassar untuk mengikuti serangkaian kegiatan pemantapan sebelum terbang ke Jeddah. Setibanya di Makassar, jemaah tidak hanya beristirahat namun juga menjalani proses administrasi digital yang krusial bagi kelancaran ibadah di tanah suci kelak.
“Setiba di Makassar seluruh jemaah akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan termasuk aktivasi kartu Nusuk,” kata Mansur.
Pemerintah menjamin seluruh hak jemaah dalam hal transportasi bagasi akan dikelola secara profesional tanpa ada pungutan tambahan di luar ketentuan. Jemaah diimbau untuk mematuhi aturan batas berat koper agar tidak terjadi pembongkaran paksa yang dapat menghambat jadwal keberangkatan kloter secara keseluruhan.
“Keamanan barang bawaan adalah prioritas, kami memastikan setiap tahapan dijalankan dengan teliti agar jemaah bisa fokus sepenuhnya pada ibadah tanpa terganggu masalah logistik,” tambahnya.
Melalui koordinasi yang solid antara otoritas bandara di Gorontalo dan Makassar, diharapkan proses pemberangkatan jemaah calon haji tahun ini berjalan lebih efisien dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Skema pemeriksaan yang terintegrasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan layanan haji yang ramah dan aman bagi seluruh jemaah asal Provinsi Gorontalo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....