Layanan One Stop Service Permudah Proses Keberangkatan Jemaah

  • 23 Mei 2025 08:38 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 terus menunjukkan peningkatan dalam kualitas layanan. Salah satu inovasi terbaru yang diterapkan di Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Gorontalo adalah sistem One Stop Service atau Pelayanan Satu Atap, yang secara signifikan mempersingkat proses penerimaan jemaah dan memudahkan mereka dalam mengakses seluruh layanan yang dibutuhkan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Sebanyak 183 jemaah haji dari Kloter 32 UPG tiba di EHA Gorontalo pada Kamis (22/05/2025). Para jemaah ini berasal dari enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, yakni Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Bone Bolango.

Setibanya di embarkasi, seluruh jemaah langsung diarahkan ke aula penerimaan untuk menjalani proses One Stop Service. Layanan ini mencakup berbagai tahapan penting seperti pemeriksaan kesehatan, validasi kartu akomodasi, pembagian gelang identitas, pengambilan paspor, hingga penerimaan uang living cost. Semua proses dilakukan dalam satu ruangan terpusat untuk menghemat waktu dan tenaga, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. M. Muflih B. Fattah, mengatakan bahwa layanan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih efisien dan nyaman bagi jemaah. Ia menambahkan bahwa sistem ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pelayanan haji yang ramah lansia dan inklusif.

“Dengan sistem One Stop Service, seluruh layanan terintegrasi di satu titik sehingga waktu layanan lebih singkat dan jemaah punya lebih banyak waktu untuk beristirahat dan mengikuti bimbingan manasik sebelum keberangkatan,” jelas Muflih

Berdasarkan data dari Media Center Haji (MCH) Gorontalo, jemaah tertua dalam Kloter 32 adalah Fatma Huntangi Malau (84 tahun) asal Kabupaten Boalemo, sedangkan yang termuda adalah Firman Suleman (19 tahun) dari kabupaten yang sama. Kloter ini juga mencatat keberangkatan seorang pengguna kursi roda bernama Sanira, yang didampingi anak dan menantunya, serta dua jemaah lansia lainnya, Muslihkhudin dan Wakijah, yang masing-masing berusia di atas 80 tahun.

Penyambutan Kloter 32 turut dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo H. M. Muflih B. Fattah, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Gorontalo, para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, serta perwakilan dari Pemerintah Daerah. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....