Pohuwato Susun Perbup Lindungi Ekosistem Mangrove Berkelanjutan

  • 03 Jul 2026 01:31 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO – Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, membuka kegiatan Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pedoman Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Ruang Rapat Hotel Golden Sri, Marisa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Zulkifli Umar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mahyudin Ahmad, Konsultan Mangrove Drs. Sudaryanto, M.Si., serta jajaran pimpinan OPD, camat, kepala desa, akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerhati lingkungan.

Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga. Bupati berhalangan hadir karena pada waktu yang bersamaan harus memenuhi undangan agenda Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di luar daerah.

Menurut Wabup, Pemerintah Kabupaten Pohuwato memberikan dukungan penuh terhadap penyusunan produk hukum ini. Keberadaan regulasi yang kuat dinilai sangat dibutuhkan sebagai landasan utama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir daerah.

"Kami sangat mendukung penyusunan regulasi ini. Kehadiran Peraturan Bupati nantinya diharapkan menjadi pedoman yang jelas dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan," ujar Iwan.

Dirinya juga meminta Bagian Hukum Setda Pohuwato untuk mengawal ketat proses ini. "Kami meminta Bagian Hukum agar menjadi garda terdepan dalam mengevaluasi sekaligus mengawal lahirnya produk hukum daerah yang berkualitas, implementatif, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup Iwan menjelaskan bahwa regulasi ini sangat krusial mengingat Kabupaten Pohuwato memiliki kawasan pesisir dan ekosistem mangrove yang luas. Kawasan tersebut memegang fungsi ekologis, ekonomis, dan sosial yang sangat strategis.

Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, intrusi air laut, dan dampak perubahan iklim. Lebih dari itu, ekosistem ini menjadi habitat berbagai jenis biota yang menopang sektor perikanan, serta memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau melalui skema karbon biru (blue carbon).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....