Pentingnya Literasi Digital Bagi Pengguna Media Sosial

  • 05 Agt 2026 13:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Meningkatnya arus informasi di media sosial menuntut masyarakat memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu maupun konten yang menyesatkan. Hal itu disampaikan Favorite Award Content Creator Hunt CBP Rupiah 2026, Valensky Whillian Basri, dalam Program Obrolan Wanu Pinthali Programa 4 RRI Gorontalo, Senin 3 Agustus 2026 malam.

Menurut Valen, pengguna media sosial harus membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi, melainkan membandingkannya dengan sumber-sumber yang kredibel.

"Jangan langsung membagikan informasi yang sedang viral. Pastikan dulu kebenarannya melalui sumber yang valid agar kita tidak ikut menyebarkan hoaks," katanya.

Selain membahas literasi digital, Valen juga menyinggung pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia kreatif. Ia mengaku memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk mencari ide, menyusun variasi konten, hingga membuat hook yang menarik perhatian penonton.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa AI harus digunakan secara bertanggung jawab. Menurutnya, teknologi tersebut dapat memberikan dampak negatif apabila dimanfaatkan untuk memanipulasi foto, membuat video yang menyesatkan, atau menghasilkan konten yang melanggar etika.

Valen juga menyoroti maraknya unggahan ulang potongan video viral demi mengejar FYP dan jumlah penonton. Ia menyarankan para kreator menambahkan watermark pada setiap karya sebagai identitas sekaligus bentuk perlindungan terhadap konten yang diproduksi.

Menurutnya, tiga detik pertama menjadi waktu paling menentukan apakah seseorang akan melanjutkan menonton sebuah video. Karena itu, setiap kreator perlu memahami pentingnya membuat hook yang kuat tanpa mengorbankan kualitas maupun isi pesan yang disampaikan.

Di akhir dialog, Valen berpesan kepada para kreator pemula agar tidak hanya mengejar validasi publik. Ia mengajak generasi muda terus belajar membangun personal branding, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menghasilkan konten yang bermanfaat, bertanggung jawab, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....