Valen Ajak Generasi Muda Ciptakan Konten Berdampak

  • 05 Agt 2026 09:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Media sosial tidak seharusnya hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi yang mampu mendorong perubahan positif di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Favorite Award Content Creator Hunt CBP Rupiah 2026, Valensky Whillian Basri, saat menjadi narasumber Program Obrolan Wanu Pinthali Programa 4 RRI Gorontalo, Senin 3 Agustus 2026 malam.

Valen mengatakan, perkembangan media sosial telah membuka ruang baru bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, memberikan edukasi, hingga mengkritisi berbagai persoalan sosial secara santun dan konstruktif. Menurutnya, konten yang baik bukan sekadar menarik perhatian, tetapi juga menghadirkan solusi dan manfaat bagi publik.

"Media sosial memiliki ruang yang sangat besar untuk kita. Melalui konten yang positif, kita bisa mengedukasi masyarakat sekaligus menyampaikan kritik yang membangun tanpa harus menimbulkan konflik," ujar Valen.

Pria yang memulai perjalanan sebagai kreator konten sejak 2023 itu mengaku tidak pernah membayangkan akan menekuni dunia digital. Awalnya, ia hanya mengerjakan tugas sekolah membuat dokumentasi sejarah SMA Negeri 1 Telaga. Bersama teman-temannya, ia membuat vlog di Taruna Remaja dan Benteng Otanaha yang mendapat sambutan positif dari warganet sehingga memotivasinya untuk terus berkarya.

Seiring berjalannya waktu, Valen aktif mengikuti seminar, pelatihan, dan berbagai kompetisi. Pengalaman tersebut memperkaya pengetahuannya mengenai teknik membuat konten, mulai dari menyusun hook, meningkatkan engagement, hingga menjaga kualitas setiap unggahan agar memiliki nilai edukasi.

Keseriusannya membuahkan hasil ketika ia lolos menjadi salah satu dari 100 peserta Good Creators Circle dari sekitar 1.000 pendaftar seluruh Indonesia. Komunitas yang dinaungi Good News From Indonesia (GNFI) bersama Unilever Indonesia itu menjadi wadah baginya untuk belajar, memperluas relasi, serta bertukar pengalaman dengan kreator konten dari berbagai daerah.

Dalam proses seleksi komunitas tersebut, Valen mengangkat isu pengelolaan sampah di Kota Bandung. Ia menawarkan gagasan pemanfaatan sampah menjadi paving blok sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, konten yang mengangkat persoalan publik akan lebih bermakna apabila mampu menghadirkan solusi dibanding sekadar menyampaikan kritik.

Menutup perbincangan, Valen mengajak generasi muda agar tidak hanya mengejar popularitas di media sosial. Ia menekankan pentingnya konsistensi, membangun karakter, dan menghadirkan konten yang memiliki nilai, karena keberhasilan seorang kreator tidak hanya diukur dari jumlah penonton, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....