Untu Rilis “The Dukun’s Hand”, Lanjutkan Perjalanan menuju EP “Yet, I Smile”

  • 26 Agt 2026 10:21 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Untu kembali mengeksplorasi pertemuan antara gamelan Jawa dan extreme metal lewat “The Dukun’s Hand”. Single ini menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju EP Yet, I Smile yang dijadwalkan rilis pada Desember 2026.

Untu merupakan band experimental death thrash asal Yogyakarta yang memadukan extreme metal dengan instrumen gamelan Jawa. Band ini awalnya dibentuk Sean Hayward di Los Angeles pada 2015 sebelum berkembang dengan format yang lebih ringkas di Yogyakarta.

Eksperimen Gamelan dan Metal

Dirilis pada 6 Agustus 2026, “The Dukun’s Hand” menjadi single kedua Untu setelah “Batara Kala”. Lagu berdurasi lebih dari delapan menit ini memadukan demung, gong, perkusi, gitar, bass, dan vokal dalam komposisi yang dibangun secara bertahap.

Perubahan tempo dan dinamika membuat musiknya berkembang tanpa terus bergantung pada hentakan metal yang konstan. Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana Untu menempatkan gamelan sebagai bagian penting dari struktur musik, bukan sekadar elemen tambahan.

Mengolah Kisah Menjadi Refleksi

“The Dukun’s Hand” mengambil inspirasi dari kisah nyata Ahmad Suradji, yang dikenal dengan sebutan Dukun AS. Bagi Untu, kisah tersebut tidak hanya berkisah tentang seorang pembunuh dan penangkapannya.

Melalui lagu ini, Untu melihat lebih jauh pada upaya manusia untuk menghindari kenyataan tentang ketidakberdayaan mereka. Band tersebut juga menyoroti bahaya keyakinan yang keliru dan bagaimana keyakinan tersebut dapat membawa seseorang pada konsekuensi yang lebih jauh.

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan Untu melalui perpaduan gamelan dan death thrash. Demung, perubahan intensitas, serta riff berat digunakan untuk membangun suasana yang berkembang dari bagian yang lebih tenang menuju ketegangan yang semakin kuat.

Dengan pendekatan tersebut, “The Dukun’s Hand” menjadi ruang bagi Untu untuk membahas persoalan manusia yang lebih luas. Lagu ini sekaligus melanjutkan eksplorasi Untu terhadap tema nasib, ritual, dan kesia-siaan melalui perpaduan extreme metal dengan tradisi gamelan Jawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....