Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Sejumlah Film Luar Negeri Pilih Film Nusantara
- 01 Jun 2026 02:47 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Keindahan alam, kekayaan budaya, serta keunikan lokasi di Indonesia membuat sejumlah rumah produksi internasional memilih Nusantara sebagai bagian penting dalam film-film mereka. Tidak hanya menjadi lokasi syuting, Indonesia juga sering dimasukkan ke dalam alur cerita dan identitas visual film yang ditonton jutaan penonton di seluruh dunia.
Salah satu film paling terkenal yang menampilkan Indonesia adalah Eat Pray Love yang dibintangi Julia Roberts. Film ini mengambil lokasi syuting di Bali dan menjadikan Pulau Dewata sebagai bagian penting dalam perjalanan pencarian jati diri tokoh utamanya. Keindahan alam serta budaya Bali ditampilkan secara luas dalam berbagai adegan film tersebut. (Wikipedia)
Selain Bali, sejumlah lokasi di Indonesia juga pernah menjadi latar film aksi dan fiksi ilmiah Hollywood. Film Beyond Skyline misalnya, melakukan proses syuting di Yogyakarta, Batam, hingga kawasan Prambanan. Film ini turut menghadirkan aktor Indonesia Iko Uwais dan Yayan Ruhian dalam peran penting. (Wikipedia)
Indonesia juga muncul dalam film After the Dark yang sebelumnya dikenal dengan judul The Philosophers. Film tersebut mengambil latar sebuah sekolah internasional di Jakarta dan menjadikan ibu kota Indonesia sebagai bagian utama cerita. (IMDb)
Tak hanya sebagai lokasi eksotis, Indonesia juga menjadi bagian dari cerita sejarah dunia melalui film The East. Film produksi Belanda tersebut mengangkat kisah konflik pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia setelah Perang Dunia II. (IMDb)
Fenomena masuknya Indonesia ke dalam film-film internasional dinilai memberikan dampak positif terhadap promosi pariwisata dan budaya nasional. Banyak wisatawan mancanegara yang mengenal Bali, Yogyakarta, hingga berbagai destinasi lain setelah melihatnya dalam film layar lebar.
Para pengamat perfilman menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi film internasional karena menawarkan keragaman lanskap, mulai dari pantai tropis, pegunungan, kawasan urban modern, hingga situs bersejarah yang unik.
Meski demikian, sebagian kalangan berharap film-film luar negeri tidak hanya menampilkan Bali sebagai representasi Indonesia. Mereka mendorong agar lebih banyak daerah seperti Raja Ampat, Labuan Bajo, Danau Toba, Bromo, hingga kawasan timur Indonesia turut diperkenalkan kepada dunia melalui layar lebar.
Dengan semakin berkembangnya industri perfilman global dan teknologi produksi modern, peluang Indonesia untuk tampil dalam lebih banyak film internasional diperkirakan akan terus meningkat. Kehadiran Indonesia dalam film-film luar negeri tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkenalkan budaya, keindahan alam, dan identitas bangsa kepada masyarakat dunia.
Sumber informasi mengenai lokasi syuting dan keterlibatan Indonesia dalam film internasional: (Wikipedia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....