Latoya De Larasa Gandeng Dua Suara Media, Luncurkan EP Akustik 2026

  • 20 Apr 2026 20:50 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo: Penyanyi pop melayu Latoya De Larasa kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik nasional pada 2026. Berkolaborasi dengan Dua Suara Media, ia merilis sebuah EP digital yang memuat lima lagu populer yang diaransemen ulang dalam nuansa akustik modern.

Mini album ini menghadirkan deretan lagu hits dari masa lalu yang dihidupkan kembali dengan sentuhan lebih segar. Proyek tersebut ditujukan bagi penikmat musik Indonesia, khususnya para penggemar karya-karya Latoya yang telah lama dikenal.

Menurut Latoya, EP ini merupakan hasil pengembangan ide bersama pihak label. Ia menyebut proyek ini sebagai bagian dari rangkaian karya menuju perilisan materi baru di masa mendatang. Penyanyi asal Yogyakarta itu mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di kantor Dua Suara Media di kawasan BSD City.

Ia menilai kelima lagu dalam EP ini memiliki keunikan tersendiri karena pernah berjaya di masanya. Kini, melalui pendekatan akustik, lagu-lagu tersebut dihadirkan dengan nuansa yang lebih ringan dan intim, tanpa banyak lapisan produksi.

Perilisan EP dilakukan secara bertahap di berbagai platform digital setiap hari Jumat. Dimulai pada 10 April 2026 dengan lagu “Cintaku” yang mengangkat tema kerinduan. Selanjutnya, “Sudah Tak Cinta” dirilis pada 17 April 2026 dengan cerita tentang melepaskan. Lagu “Airmata Di Hari Persandinganmu” menyusul pada 24 April 2026, mengisahkan kekecewaan.

Kemudian, “Cinta Sampai Mati” hadir pada 1 Mei 2026 dengan tema harapan, dan ditutup oleh “Bila Cinta Di Dusta” yang kembali mengangkat emosi kekecewaan, dirilis pada 8 Mei 2026.

Dalam proses produksi di studio, Latoya mengaku menjalani setiap tahap dengan penuh dedikasi. Ia merasakan alur kreativitas yang lebih mengalir, terutama saat proses pengambilan vokal, sehingga menghasilkan karakter suara yang kuat dan mudah diingat.

Dalam proyek ini, ia turut dibantu oleh Widha sebagai pengisi instrumen akustik, Abraham Mico sebagai sound engineer, serta Sasi Kirono yang menangani mixing dan mastering. Sementara itu, Latoya lebih banyak terlibat dalam pengembangan konsep visual.

Untuk aspek visual, produksi ditangani oleh Delarasa Creative dengan Jusuf Witjaksono sebagai pengarah visual.

Melalui perilisan EP ini, Latoya berharap dapat menghadirkan pengalaman musik yang lebih personal dan emosional bagi pendengarnya. Ia juga optimistis karya tersebut mampu mempererat hubungan dengan para penikmat musiknya.

Hal serupa disampaikan oleh Sandy Monteiro yang meyakini bahwa aransemen akustik dalam EP ini akan memberikan nuansa baru bagi lagu-lagu yang sebelumnya telah dikenal luas. Seluruh lagu dalam EP tersebut kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....