Diusia Senja, Nenek Ini Tak Pernah Berhenti Bekerja

  • 23 Feb 2026 08:29 WIB
  •  Gorontalo

RRI. CO. ID Gorontalo: Diusia yang hampir menyentuh satu abad, seorang nenek berusia 89 tahun masih menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Setiap pagi, ia terlihat membersihkan halaman dan merawat kebun kecil di sekitar lahan rumahnya. Sapunya bergerak pelan namun pasti, tangannya cekatan mencabut rumput, seolah usia tak pernah menjadi penghalang untuk tetap aktif.

Saat ditanya apakah ia tidak merasa capek melakukan semua itu, nenek tersebut tersenyum dan menjawab dengan sederhana. Menurutnya, justru ketika tubuh hanya diam dan tidak bergerak, rasa sakit dan berat akan lebih mudah datang. Aktivitas ringan setiap hari menjadi caranya menjaga tubuh tetap terasa nyaman dan hati tetap senang.

Kebahagiaan nenek itu semakin terlihat ketika ia diajak berbincang tentang masa mudanya. Dengan mata berbinar, ia mengenang hari-hari ketika hidup serba sulit. Ia bercerita bahwa dahulu, jika tidak bekerja, maka tidak bisa makan. Kerasnya ekonomi memaksanya untuk selalu bangun pagi, bekerja tanpa banyak mengeluh, demi bertahan hidup.

Kerja keras yang dijalani sejak muda itu kini berbuah manis. Dari hasil jerih payahnya, nenek tersebut mampu mengumpulkan harta yang kini dapat diwariskan kepada anak-anaknya, bahkan hingga cicit. Baginya, itu adalah sumber kebahagiaan tersendiri—melihat generasi setelahnya hidup lebih baik dari apa yang pernah ia rasakan.

Kisah nenek 89 tahun ini menjadi pengingat bahwa usia panjang adalah anugerah yang patut disyukuri. Dengan tubuh yang terus digerakkan, pikiran yang tetap positif, dan hati yang penuh rasa syukur, hidup di masa tua pun dapat dijalani dengan bahagia, sederhana, dan bermakna.

Rekomendasi Berita