Baznas Boalemo Fokus Salurkan Zakat untuk Tekan Kemiskinan
- 07 Jul 2026 19:09 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Boalemo tetap memprioritaskan penyaluran zakat bagi masyarakat miskin melalui bantuan konsumtif, sembari terus memperluas program pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha mikro. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mustahik di daerah itu.
Ketua Baznas Kabupaten Boalemo, Mus Moha, mengatakan hingga pertengahan tahun 2026 seluruh program yang telah direncanakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) berjalan sesuai target. Baznas Boalemo, kata dia, tetap konsisten melaksanakan lima program utama yang menjadi fokus lembaga tersebut.
"Alhamdulillah kami Baznas Boalemo sampai dengan saat ini tetap eksis menjalankan program-program yang telah direncanakan sejak awal tahun. Ada lima program utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi," ucap Mus Moha.
Menurutnya, khusus pada program ekonomi, Baznas RI mendorong agar alokasi pendistribusian zakat lebih diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Dalam penyusunan RKA tahunan, setiap daerah diminta mengalokasikan sekitar 40 hingga 50 persen dana zakat untuk mendukung pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
"Untuk program ekonomi, kami memang diarahkan agar pendistribusian zakat lebih difokuskan pada pemberdayaan ekonomi. Tujuannya tentu untuk membantu mengangkat kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan," kata Mus.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut tetap mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa pendayagunaan zakat untuk pemberdayaan dapat dilakukan apabila kebutuhan dasar para mustahik telah terpenuhi.
"Ketika masih banyak masyarakat miskin yang kebutuhan primernya belum terpenuhi, maka penyaluran zakat lebih diprioritaskan dalam bentuk bantuan konsumtif. Setelah kebutuhan dasar mereka terpenuhi, barulah zakat dapat diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi sebagaimana amanat undang-undang," tambahnya.
Mus mengungkapkan, kondisi di Kabupaten Boalemo saat ini masih menunjukkan kebutuhan bantuan konsumtif yang cukup tinggi. Karena itu, Baznas tetap memprioritaskan penyaluran zakat kepada masyarakat miskin, meski program pemberdayaan ekonomi terus berjalan secara bertahap.
Ia menambahkan, Baznas Boalemo juga telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM di berbagai kecamatan dan desa. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong para penerima zakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
Menurut Mus, keseimbangan antara bantuan konsumtif dan pemberdayaan menjadi strategi Baznas dalam memastikan zakat tidak hanya meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.
Melalui berbagai program tersebut, Baznas Kabupaten Boalemo berharap pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata terhadap penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi mustahik di seluruh wilayah Kabupaten Boalemo. (RA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....