UMKM Disabilitas Dorong Inklusi dan Kreativitas

  • 15 Sep 2025 17:24 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: UMKM terus menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menariknya, geliat ini juga digerakkan oleh kelompok pelaku usaha dari penyandang disabilitas yang aktif menciptakan karya, terutama di bidang kerajinan. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga menyuarakan pesan inklusi, kemandirian, dan kreativitas.

Namun, di balik semangat itu, pelaku UMKM disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses modal, pemasaran, hingga pendampingan usaha. Peran lembaga dan berbagai pihak pun sangat dibutuhkan agar UMKM disabilitas dapat tumbuh lebih kuat.

Dalam dialog bersama RRI gorontalo, Wahid Dehimeli, Konsultan PLUT-UMKM bidang kelembagaan dan kerja sama, menegaskan bahwa pelaku UMKM disabilitas tidak pernah luput dari perhatian pemerintah. Ia mencontohkan, pada 2023 pemerintah telah meluncurkan program pengembangan UMKM berbasis syariah yang menyasar pelaku usaha di panti asuhan, LKSA, sekolah madrasah, hingga UMKM berbasis syariah lainnya.

“Pendampingan ini tidak hanya menyasar pelaku UMKM umum, tetapi juga khusus bagi penyandang disabilitas. SDM mereka terus ditingkatkan agar bisa naik kelas,” jelas Wahid.

Meski begitu, ia mengakui masih banyak ditemui penyandang disabilitas yang merasa minder dan kurang percaya diri untuk bersaing di dunia usaha. Karena itu, pendekatan khusus menjadi sangat penting. “Kami biasanya melibatkan orang yang lebih memahami kondisi pelaku usaha difabel agar intervensi yang dilakukan bisa tepat sasaran,” tambahnya.

Tantangan lain yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital. Menurut Wahid, pemanfaatan media sosial untuk pengembangan usaha masih belum optimal di kalangan pelaku UMKM disabilitas. Padahal, di era digital saat ini, kemampuan mengelola pemasaran online sangat menentukan daya saing produk.

“Literasi digital masih menjadi PR besar, bukan hanya dari satu aspek, tetapi juga terkait dengan kemampuan adaptasi dan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran,” tegasnya.

Dengan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM disabilitas diyakini mampu berkembang lebih jauh, tidak hanya berkontribusi pada ekonomi, tetapi juga menghadirkan wajah inklusi yang lebih kuat di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....