Penjualan Karawo Lesu, Rebranding Jadi Solusi Utama

  • 28 Jul 2025 12:20 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Meski dikenal sebagai warisan budaya khas Gorontalo, produk karawo saat ini mengalami stagnasi penjualan, khususnya di kalangan masyarakat lokal, Kamis (24/07/2025).

Pakar Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Herwin Mopangga, menilai rendahnya daya beli terhadap produk karawo dipengaruhi oleh beberapa faktor utama.

“Produk khas daerah seringkali dianggap biasa saja oleh masyarakat lokal. Ini tidak hanya terjadi di Gorontalo, tapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, harga karawo yang dinilai mahal, terutama bagi kalangan menengah ke bawah, menjadi kendala tersendiri. Ditambah lagi, karawo masih dipandang hanya cocok untuk acara-acara formal seperti pernikahan dan pertemuan resmi, sehingga belum menjadi pilihan fashion sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Herwin mendorong para pelaku usaha, perancang busana, dan pemerintah daerah untuk melakukan rebranding produk karawo. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat citra karawo sebagai produk lokal yang memiliki nilai budaya tinggi.

“Dengan strategi rebranding yang menonjolkan keunikan dan budaya Gorontalo, saya yakin masyarakat akan lebih mencintai dan bangga memakai karawo,” tambahnya.

Rebranding ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik karawo di pasar lokal serta menjangkau konsumen yang lebih luas di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....