Kemiskinan Berpotensi Membentuk Lingkaran yang Sulit Diputus

  • 29 Sep 2026 18:16 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan masyarakat, tetapi juga kemampuan dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Kondisi ini dapat membentuk lingkaran kemiskinan yang membuat masyarakat sulit meningkatkan taraf hidup.

Akademisi Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Rifi Fajrina menjelaskan, kategori penduduk miskin diukur berdasarkan garis kemiskinan yang melihat tingkat pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Menurut Rifi, pengeluaran tersebut mencakup dua kelompok kebutuhan, yakni kebutuhan makanan atau pangan dasar dan kebutuhan bukan makanan.

Ia menjelaskan, persoalan muncul ketika pendapatan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan hanya mampu digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Kebutuhan tersebut antara lain makanan, sandang dan perumahan. Akibatnya, masyarakat mengalami keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan nonmakanan lainnya, termasuk pendidikan.

Rifi menyebut kondisi tersebut sebagai vicious cycle of poverty atau lingkaran kemiskinan. Dalam kondisi ini, keterbatasan pendapatan membuat masyarakat harus memprioritaskan kebutuhan dasar sehingga akses terhadap kebutuhan lain menjadi semakin terbatas.

Menurutnya, keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan nonmakanan, seperti pendidikan, pada akhirnya dapat memengaruhi kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari kondisi kemiskinan.

Karena itu, persoalan kemiskinan tidak cukup hanya dilihat dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga perlu memperhatikan akses terhadap berbagai kebutuhan dasar lainnya yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....