NTP Gorontalo Turun, Kesejahteraan Petani Masih Terjaga
- 01 Sep 2026 15:39 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada Juli 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, indikator kesejahteraan petani dan nelayan masih berada pada level di atas 100.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, Arie Suwandani Wiwit Warastuti, menyampaikan hal tersebut dalam Press Conference APBN Lo Hulonthalo periode sampai dengan Juli 2026.
Arie mengatakan, NTP Gorontalo pada Juli 2026 berada di angka 123,19 atau turun sebesar 5,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Pada sektor pertanian, Nilai Tukar Petani atau NTP pada Juli 2026 turun menjadi 123,19 atau turun sebesar 5,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Arie.
Menurutnya, penurunan NTP tersebut dipengaruhi turunnya indeks harga yang diterima petani. Kondisi tersebut terutama didorong oleh penurunan indeks harga pada subsektor tanaman hortikultura dan subsektor peternakan.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada sektor perikanan. Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada Juli 2026 justru mengalami kenaikan sebesar 7,41 persen menjadi 114,53.
“Kenaikan NTN ini disebabkan oleh naiknya indeks pada kelompok penangkapan di laut, dengan komoditas yang dominan mengalami kenaikan harga yaitu tuna dan cakalang,” ucapnya.
Arie menilai, perkembangan NTP dan NTN perlu terus menjadi perhatian karena kedua indikator tersebut berkaitan dengan daya beli dan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian serta perikanan.
Meski NTP mengalami penurunan, angka tersebut masih berada di atas 100. Begitu pula dengan NTN yang mencapai 114,53. Kondisi ini menunjukkan daya tukar yang masih relatif baik bagi petani dan nelayan.
“Meski demikian, NTP dan NTN yang masih berada di atas seratus menunjukkan bahwa secara umum kesejahteraan petani dan nelayan tetap terjaga,” tambahnya.
Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan terus menjaga stabilitas harga komoditas pertanian dan perikanan, sekaligus memperkuat produktivitas petani dan nelayan agar penurunan indikator tersebut tidak berlanjut pada periode berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....