Ekonomi Gorontalo Tumbuh 6,20 Persen, Kemiskinan Terus Menurun

  • 01 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Perekonomian Provinsi Gorontalo pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 6,20 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, Arie Suwandani Wiwit Warastuti, dalam Press Conference APBN Lo Hulonthalo periode sampai dengan Juli 2026, Senin 30 Agustus 2026.

Arie mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam melihat perkembangan perekonomian Gorontalo sepanjang 2026. Dari sisi perkembangan harga, Gorontalo pada Juli 2026 mencatat inflasi sebesar 2,95 persen secara tahunan. Sementara secara bulanan, Gorontalo mengalami deflasi sebesar 0,43 persen atau month to month (mtm).

“Pada triwulan II tahun 2026, ekonomi Gorontalo tumbuh sebesar 6,20 persen year on year, tumbuh di atas ekonomi nasional sebesar 5,29 persen,” kata Arie.

Arie menjelaskan, kelompok transportasi menjadi salah satu penyumbang inflasi pada periode tersebut dengan andil sebesar 0,24 persen dan mengalami inflasi sebesar 2,24 persen. Sementara itu, perbaikan kondisi ekonomi juga tercermin dari indikator sosial, khususnya tingkat kemiskinan. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan Gorontalo tercatat sebesar 12,16 persen, turun 0,46 poin dibandingkan September 2025.

“Penyumbang inflasi pada periode ini adalah kelompok transportasi dengan andil 0,24 persen dan inflasi sebesar 2,24 persen,” ucapnya.

Menurut Arie, capaian tersebut menjadi perkembangan penting karena angka kemiskinan pada Maret 2026 merupakan yang terendah sejak Gorontalo berdiri sebagai provinsi.

“Dari sisi sosial ekonomi terlihat dari tingkat kemiskinan pada Maret 2026 yang menyentuh angka 12,16 persen. Ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 0,46 persen dibandingkan September 2025,” tambahnya.

Di sisi lain, ketimpangan distribusi pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio pada September 2025 tercatat sebesar 0,383 poin. Sementara dari sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 berada di angka 3,35 persen.

Arie menilai, penurunan angka pengangguran ke depan perlu dibarengi dengan strategi yang lebih terarah, terutama melalui penguatan keterampilan vokasi, percepatan hilirisasi industri pertanian, peningkatan kualitas tenaga kerja pada sektor jasa modern, serta penyelarasan kebutuhan dunia usaha dengan kapasitas angkatan kerja.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin pada indikator makro, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....