Bukti Bayar QRIS Bisa Diedit Pedagang Wajib Waspada

  • 28 Agt 2026 13:04 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pembayaran menggunakan QRIS kini semakin memudahkan transaksi di warung, kios, toko, maupun para pelaku usaha dan UMKM. Namun, kemudahan ini juga perlu diikuti dengan ketelitian dari pedagang. Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah penggunaan bukti pembayaran QRIS yang ternyata sudah diedit atau dimanipulasi.

Modusnya cukup sederhana. Pelanggan menunjukkan bukti pembayaran dari ponselnya dan mengatakan transaksi sudah berhasil. Jika pedagang hanya melihat tampilan bukti tersebut tanpa mengecek transaksi pada sistem merchant, barang bisa saja langsung diberikan. Padahal, uang belum benar-benar masuk.

Screenshot atau tampilan bukti pembayaran yang ditunjukkan pelanggan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar untuk memastikan pembayaran berhasil. Pedagang perlu melihat notifikasi transaksi, riwayat transaksi, atau saldo pada aplikasi merchant.

Jika pembayaran belum terkonfirmasi, jangan ragu untuk meminta pelanggan menunggu.

Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah kerugian. Agar lebih aman, biasakan melakukan beberapa hal berikut:

  • Cek notifikasi pembayaran setiap selesai transaksi.
  • Buatkan bunyi notifikasi uang masuk.
  • Periksa riwayat transaksi pada aplikasi merchant.
  • Cocokkan nominal pembayaran dengan harga barang.
  • Jangan langsung percaya hanya karena pelanggan menunjukkan screenshot.
  • Jika transaksi belum masuk, jangan menyerahkan barang terlebih dahulu.
  • Jika toko memiliki karyawan atau kasir, berikan pemahaman tentang cara mengecek transaksi.

Dalam kondisi toko ramai, pedagang terkadang fokus melayani pelanggan sehingga lupa mengecek pembayaran. Celah seperti inilah yang dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kejadian seperti ini bukan berarti pedagang harus mencurigai setiap pelanggan. Ketelitian justru merupakan bagian dari pelayanan dan perlindungan usaha.

Satu transaksi mungkin terlihat kecil, tetapi jika modus yang sama dilakukan berulang kali, kerugiannya bisa menjadi besar.

Jangan menunggu sampai mengalami kerugian baru mulai berhati-hati. Jadikan setiap transaksi sebagai kebiasaan untuk cek, cocokkan, dan pastikan.Bukti pembayaran bisa ditampilkan, tetapi transaksi yang benar-benar masuklah yang menjadi kepastian.

Kejahatan bisa terjadi ketika ada kesempatan. Karena itu, tetap ramah kepada pelanggan, tetapi jangan lengah dalam urusan pembayaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....