Akademisi UNG: Inflasi Pendidikan di Indonesia Masih Tinggi
- 25 Jun 2026 11:45 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Inflasi pada sektor pendidikan di Indonesia masih menjadi perhatian karena laju kenaikannya cenderung lebih tinggi dibandingkan sejumlah kebutuhan konsumsi lainnya, termasuk bahan pokok.
Akademisi Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rifi Fajrina, mengatakan inflasi pendidikan merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Secara umum, kenaikan biaya pendidikan berada di bawah 10 persen, namun pertumbuhannya dinilai cukup signifikan bagi masyarakat.
Menurutnya, biaya pendidikan mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan, laju inflasi sektor pendidikan tercatat lebih tinggi dibandingkan beberapa kelompok pengeluaran lainnya.
“Kalau kita melihat tren di Indonesia, inflasi pendidikan terjadi hampir setiap tahun. Yang menjadi perhatian adalah laju kenaikannya cenderung lebih tinggi dibandingkan inflasi pada sejumlah kebutuhan konsumsi lainnya,” ujar Rifi.
Ia menjelaskan, dibandingkan negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura, pertumbuhan inflasi pendidikan di Indonesia juga tergolong lebih cepat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi keluarga yang tengah mempersiapkan investasi pendidikan bagi anak-anak mereka.
Rifi menilai salah satu faktor yang mendorong tingginya inflasi pendidikan adalah masih adanya ketimpangan infrastruktur dan akses layanan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia. Perbedaan kualitas dan ketersediaan fasilitas pendidikan menyebabkan biaya untuk pemerataan layanan pendidikan menjadi lebih besar.
Selain itu, faktor eksternal seperti tekanan geopolitik global juga turut memengaruhi kenaikan biaya pendidikan. Gangguan rantai pasok dan meningkatnya biaya logistik berdampak pada berbagai sektor, termasuk pendidikan.
“Ketimpangan akses dan infrastruktur pendidikan masih menjadi tantangan. Di sisi lain, kondisi global juga menyebabkan biaya hidup meningkat sehingga berpengaruh terhadap biaya pendidikan,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah dapat terus memperkuat pemerataan akses pendidikan dan meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan agar kenaikan biaya tidak semakin membebani masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....