Literasi Keuangan Kunci Pengentasan Kemiskinan Petani di Gorontalo

  • 06 Des 2025 15:25 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Bachrudin K. Una, Tenaga Pendamping Profesional, menyoroti pentingnya pendidikan sebagai salah satu faktor kunci dalam mengatasi kemiskinan di sektor pertanian di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, meskipun sebagian besar penduduk miskin di Gorontalo berasal dari sektor pertanian, pendidikan, baik formal maupun non-formal, menjadi elemen penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut Bachrudin, banyak petani di Gorontalo yang hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SD atau SMP, namun keterbatasan pendidikan formal tersebut tidak seharusnya menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

"Kita melihat bahwa penduduk miskin di Gorontalo didominasi oleh sektor pertanian. Namun, yang perlu diperhatikan adalah sektor pendidikan yang sangat menunjang. Pendidikan yang dimaksud tidak hanya sekedar pendidikan formal, tetapi juga pendidikan non-formal." Ujar Bachrudin

"Mungkin benar bahwa banyak petani kita yang hanya lulusan SD dan SMP, namun itu bisa ditunjang dengan pendidikan non-formal melalui pelatihan-pelatihan," jelasnya

Ia mnejelaskan, pendidikan non-formal sangat penting untuk memberikan keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di lapangan. Ini tidak hanya terkait dengan pengetahuan teknis tentang pertanian, tetapi juga dengan pengelolaan keuangan dan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani.

Bachrudin juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi petani. Selain itu, Bachrudin juga menekankan pentingnya pendidikan dalam pemanfaatan teknologi pertanian.

"Pendidikan yang diberikan kepada petani juga harus mencakup literasi keuangan. Ini penting untuk mengajarkan mereka bagaimana mengelola keuangan, memanfaatkan dana untuk kebutuhan pupuk, bibit, dan biaya lainnya yang berhubungan dengan pertanian," terangnya

Dengan peningkatan literasi keuangan, petani diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam mengelola sumber daya mereka. Hal ini, menurut Bachrudin, akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mereka dan membantu mengurangi tingkat kemiskinan.

"Pendidikan juga sangat penting untuk pemanfaatan teknologi. Para petani perlu diberi pemahaman tentang cara-cara modern dalam bertani, seperti penggunaan alat pertanian yang lebih efisien atau metode pertanian yang lebih ramah lingkungan," katanya

Dengan mengintegrasikan teknologi modern dalam kegiatan bertani, petani di Gorontalo dapat meningkatkan hasil pertanian mereka, mengurangi kerugian, dan bahkan memperluas pasar bagi produk mereka.

Bachrudin berharap bahwa dengan meningkatkan kualitas pendidikan, baik formal maupun non-formal, serta memperkenalkan literasi keuangan dan teknologi kepada petani, kondisi ekonomi petani di Gorontalo bisa lebih baik.

"Kami berharap dengan adanya pendidikan yang lebih baik, petani kita tidak hanya lebih produktif tetapi juga lebih mandiri dalam mengelola keuangan mereka dan memanfaatkan teknologi," tutup Bachrudin.

Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan sektor pertanian di Gorontalo dapat berkembang lebih pesat, dan para petani dapat keluar dari jeratan kemiskinan. (RA)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....