Industri Pakan Ternak Gorontalo Belum Berkembang

  • 14 Sep 2025 12:51 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Proyeksi kebutuhan pakan ternak secara nasional mencapai 33 juta ton per tahun, sementara produksi nasional baru mencapai sekitar 29 juta ton. Kondisi ini menyebabkan defisit pasokan sebesar 4 juta ton yang harus dipenuhi melalui impor.

Ketua Asosiasi Pejagindo Provinsi Gorontalo, Jasin Mohamad, menyampaikan bahwa Gorontalo termasuk dalam sepuluh besar daerah penghasil jagung di Indonesia. Namun, industri pakan ternak di daerah ini belum mengalami perkembangan signifikan karena permintaan pakan masih rendah, disebabkan oleh populasi ternak yang terbatas.

Menurut Jasin, sekitar 40 persen bahan baku pakan ternak di Indonesia masih diimpor. Distribusinya sebagian besar dilakukan melalui pelabuhan di Pulau Jawa, yang menyebabkan tingginya biaya logistik dan berdampak langsung pada mahalnya biaya produksi.

Tingginya biaya ini menjadi salah satu penghambat tumbuhnya industri pakan ternak di Gorontalo, meskipun potensi bahan baku lokal seperti jagung tersedia dalam jumlah besar. Akibatnya, daya tarik investasi di sektor ini di tingkat daerah masih rendah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....