Dana Desa dan TKD Tulang Punggung APBD Daerah
- 01 Jun 2025 12:37 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Transfer ke Daerah (TKD) terus menjadi fondasi utama pembiayaan pembangunan daerah. Hingga April 2025, realisasi penyaluran TKD di Provinsi Gorontalo telah mencapai Rp2,27 triliun atau 34,86 persen dari total pagu anggaran tahun berjalan. Sesuai rilis Kanwil DJPb Dana Desa menjadi komponen dengan serapan tertinggi sebesar 53,22 persen, disusul Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 38,73 persen.
Secara keseluruhan, TKD menyumbang 89,31 persen dari total pendapatan daerah di Gorontalo. Ini mengindikasikan peran krusial APBN dalam menopang struktur fiskal daerah. Namun, ketergantungan ini sekaligus menjadi peringatan penting agar pemerintah daerah lebih giat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang hingga April 2025 baru mencapai Rp190,08 miliar atau 13,5 persen dari target tahunan.
Kredit Program Genjot UMKM, Perdagangan Dominan
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi motor penggerak ekonomi mikro dan kecil di Gorontalo. Hingga April 2025, total penyaluran KUR mencapai Rp189,3 miliar kepada 4.170 debitur. Kabupaten Gorontalo menjadi wilayah dengan penyaluran tertinggi secara nominal (Rp68,25 miliar) dan jumlah penerima (1.618 debitur). Sektor Perdagangan Besar dan Eceran mendominasi pemanfaatan KUR, menyerap lebih dari 50 persen dari total pembiayaan.
Program Ultra Mikro (UMi) turut mendukung inklusi keuangan dengan penyaluran sebesar Rp6,94 miliar kepada 1.282 debitur. Meski demikian, program ini masih menghadapi sejumlah tantangan seperti tumpang tindih dengan skema pembiayaan sejenis serta terbatasnya koperasi penyalur aktif di lapangan.
Bansos dan Program Sosial Perkuat Jaring Pengaman
Upaya perlindungan sosial juga terus diperkuat. Hingga April 2025, total Bantuan Sosial (Bansos) yang disalurkan mencapai Rp126,10 miliar kepada 197.270 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program-program andalan seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Yayasan Anak Pintar Indonesia (YAPI) tetap menjangkau kelompok rentan di seluruh kabupaten/kota, dengan Kabupaten Gorontalo sebagai penerima manfaat terbesar.
Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak positif, menjangkau ribuan siswa sekolah dasar dan menengah. Program ini turut melibatkan pihak swasta, seperti PT Pani Gold Project di Kabupaten Pohuwato, yang menyuplai makanan bergizi untuk ratusan siswa dan guru di wilayah operasionalnya.
Sinergi antara pendanaan pusat, pembiayaan usaha rakyat, dan perlindungan sosial menunjukkan bahwa arah pembangunan Gorontalo tetap berorientasi pada pertumbuhan yang inklusif dan merata di seluruh lapisan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....