KDMP Bunggalo Diharapkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

  • 19 Mei 2025 11:29 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bunggalo resmi disosialisasikan kepada masyarakat Desa Bunggalo, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, dalam rangkaian kegiatan Reses Tingkat Dusun yang digelar, Minggu (18/05/25) di Gedung Sanggar Tani, Dusun IV, pesisir Danau Limboto. Koperasi ini digadang-gadang menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang terintegrasi dengan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat perdesaan.

Pada kegiatan itu, Dr. Herwin Mopangga, Ekonom Universitas Negeri Gorontalo sekaligus Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bunggalo, menegaskan pentingnya peran strategis koperasi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih merupakan instrumen kunci dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“KDMP tidak hanya menjadi lembaga keuangan, tapi juga wadah kolektif untuk memobilisasi potensi ekonomi lokal seperti jagung, kelapa, ternak, dan perikanan air tawar. Ini penting karena struktur ekonomi desa kita masih didominasi sektor primer dengan produktivitas rendah,” ujar Herwin

Menurut Herwin, Desa Bunggalo saat ini masih berada pada kategori "Desa Berkembang" dalam Indeks Desa Membangun (IDM) dan menghadapi persoalan seperti stunting, kemiskinan, dan akses terbatas terhadap layanan publik dan sumber daya ekonomi. Sehingga dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih ini, secara bertahap persoalan yang dihadapi tersebut dapat diakomodir melalui pendekatan kolektif berbasis koperasi, agar masyarakat desa tidak terus-menerus berada dalam ketergantungan dan ketimpangan.

“Perlu ada pendekatan kolektif berbasis koperasi agar masyarakat desa tidak terus-menerus berada dalam ketergantungan dan ketimpangan,” ungkap Herwin dalam wawancaranya bersama RRI Gorontalo.

Herwin juga menyoroti sembilan faktor kunci keberhasilan KDMP, termasuk penguatan partisipasi ekonomi, kepemimpinan kolektif yang profesional, pemanfaatan teknologi tepat guna, pengembangan rantai nilai dan jaringan pemasaran, serta akses terhadap permodalan inklusif melalui perbankan nasional (Himbara).

Salah satu gagasan progresif yang diusung adalah menjadikan KDMP sebagai instrumen transformasi bantuan sosial menjadi pemberdayaan produktif. Dana bantuan tidak hanya dikonsumsi, tetapi diarahkan menjadi modal usaha produktif melalui koperasi, sekaligus memperkuat jaminan sosial berbasis komunitas.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tapi mampu menghasilkan dan berdikari,” tambahnya

Kehadiran KDMP Bunggalo menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat pesisir Danau Limboto. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis potensi lokal, koperasi ini diharapkan dapat menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil, mandiri, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua KDMP Bunggalo, Saprin Musa menyampaika, Koperasi Desa Merah Putih Desa Bunggalo telah memulai pengumpulan simpanan pokok dan wajib dari perangkat desa, anggota BPD, LPM, dan unsur kelembagaan desa lainnya. Dokumen legalitas yang dibutuhkan juga telah dipersiapkan sebagai syarat badan hukum koperasi.

“Kami targetkan kegiatan simpan pinjam, penyediaan sarana produksi, dan kebutuhan pokok rumah tangga segera berjalan. Ini langkah awal konkret untuk memperkuat ekonomi warga,” ucap Saprin. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....