CEO Sony Jual Sebagian Besar Saham di tengah Polemik PlayStation

  • 11 Jul 2026 21:24 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Sony kembali menjadi sorotan setelah CEO sekaligus President Sony Group, Hiroki Totoki, dilaporkan menjual lebih dari separuh kepemilikan saham pribadinya di perusahaan. Dilansir dari Insider Gaming, transaksi tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah Sony mengumumkan penghentian produksi game fisik PlayStation mulai 2028.

Informasi tersebut terungkap melalui dokumen resmi yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). Berdasarkan dokumen tersebut, Totoki menjual sekitar 225.000 lembar saham Sony pada 3 Juli 2026 dengan nilai transaksi sekitar US$4,7 juta.

Penjualan saham tersebut dilakukan dua hari setelah Sony mengumumkan rencana menghentikan produksi game PlayStation dalam format cakram (disc) mulai Januari 2028. Waktu pelaksanaannya kemudian memicu berbagai spekulasi di kalangan komunitas gim, meski hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kedua peristiwa tersebut saling berkaitan.

Selain Hiroki Totoki, Chief Strategy Officer Sony, Toshimoto Mitomo, juga diketahui melepas sebagian saham pribadinya pada hari yang sama. Dokumen SEC mencatat Mitomo menjual sekitar 25.000 lembar saham, atau sekitar 18 persen dari kepemilikannya.

Hingga saat ini, Sony belum memberikan penjelasan khusus mengenai alasan di balik transaksi saham tersebut. Penjualan saham oleh eksekutif perusahaan sebenarnya bukan hal yang tidak lazim dan dapat dilakukan karena berbagai alasan, seperti diversifikasi aset, kebutuhan finansial pribadi, atau rencana investasi lain, sehingga tidak selalu mencerminkan kondisi perusahaan.

Di sisi lain, keputusan Sony untuk mengakhiri produksi game fisik PlayStation mulai 2028 memang menuai perdebatan. Banyak pemain menilai media fisik masih memiliki nilai penting karena memungkinkan koleksi permanen, jual beli gim bekas, hingga mengurangi ketergantungan terhadap lisensi digital.

Terlepas dari polemik yang berkembang, performa saham Sony dilaporkan tetap stabil setelah pengumuman strategi digital tersebut. Namun, kombinasi antara perubahan besar dalam ekosistem PlayStation dan aksi jual saham oleh sejumlah petinggi perusahaan membuat langkah Sony terus menjadi perhatian para pelaku industri maupun komunitas gim global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....