Krisis Sektor Pertanian, Jumlah Petani Kian Menyusut
- 05 Mei 2024 15:17 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo - Krisis di bidang pertanian membayangi Indonesia di waktu mendatang. Hal ini seiring jumlah petani di Indonesia terus menyusut. CEO Eratani, Andrew Soeherman, menyebut bahwa jumlah petani Indonesia menyusut dari 33 juta orang turun menjadi 31 juta, dan terakhir 27 juta.
"Ini menandakan bahwa kita bukan hanya akan menghadapi krisis pangan tapi juga krisis jumlah petani yang merupakan tombak terdepan bagi pertanian Indonesia," kata Andrew dalam program Market Review yang ditayangkan di YouTube IDX Channel, Selasa (23/4/2024),
Andrew juga menyoroti bahwa tahun lalu Indonesia banyak melakukan impor beras. Ia menyayangkan langkah tersebut mengingat Indonesia sendiri menurutnya merupakan negara yang tidak kekurangan lahan untuk menanam beras.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah usaha pertanian turun 2,35 juta menjadi 29.360.833 unit pada 2023 dibandingkan data 2013, yang sebanyak 31.715.486 unit.
"Ini turun sebanyak 2,35 juta unit atau 7,42 persen bila dibandingkan data 2013 yang datanya sebanyak 31.715.486 unit," kata Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto dalam acara Diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap 1.
Senada, jumlah usaha pertanian perorangan (UTP) juga turun pada 2023 ini. Tercatat jumlah UTP mencapai 29.342.202 unit pada tahun ini atau turun 2,36 juta unit dari 2013 lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan sejak 2013 sampai saat ini pekerja informal mendominasi total pekerja yang bekerja di sektor pertanian.
"Sekitar 88 persen dalam 10 tahun terakhir, pekerja yang bekerja di sektor pertanian berstatus informal," kata dia.
Amalia menyebut tantangan lainnya adalah rendahnya produktivitas di sektor pertanian. Menurutnya, rendahnya produktivitas petai tak lepas dari tingkat pendidikan mereka.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan saat ini usia para petani didominasi 45 tahun ke atas. Artinya petai sudah tua. Ini pun mempengaruhi produktivitas.
"Ada tren pekerja di sektor pertanian cenderung menua dan ini merupakan perhatian kita bersama untuk bagaimana mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian," kata Amalia.
Gorontalo sendiri masih mengandalkan sepuluh komoditas terbanyak yang diusahakan oleh Usaha Pertanian Perorangan (UTP), yaitu jagung hibrida, sapi potong, kelapa, ayam kampung biasa, padi sawah inbrida, cabai rawit, cengkeh, pisang kepok, kambing potong dan kemiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....