ASI Mengandung MSG? Cek Faktanya Disini
- 25 Mei 2024 13:10 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Micin atau Monosodium glutamat atau lebih dikenal sebagai MSG, merupakan salah satu penyedap rasa yang popular selain garam. MSG memang dapat menjadikan masakan menjadi lebih nikmat, tetapi banyak orang berpendapat bahwa micin sebagai penyedap rasa adalah racun berbahaya.
Malah sudah menjadi pendapat banyak orang bahwa micin membuat anak bodoh. Bahkan, micin juga disinyalir bisa memicu kemandulan, obesitas, diabetes, sampai kanker. Dirangkum dari m.jpn.com berikut ini beberapa fakta mengejutkan tentang MSG yang perlu Anda ketahui :
1. Terbuat dari Bahan Alami
MSG merupakan penyedap yang berasal dari bahan alami seperti, rumput laut, tapioka, dan juga fermentasi tebu. Asam glutamat sendiri sudah ada dalam tubuh manusia. Ada beberapa makanan yang sering kali kita konsumsi dan mengandung asam glutamat, seperti, keju, tomat dan ekstrak kacang kedelai.
2. Aman dan Tidak Menyebabkan Bodoh
Dilihat dari sejarahnya, MSG sendiri merupakan penyedap rasa yang berasal dari Jepang dan Tiongkok.
Walaupun seringkali dianggap bisa menurunkan kinerja otak dan menyebabkan berbagai penyakit, faktanya kedua negara yang mengonsumsi penyedap rasa ini memiliki populasi masyarakat dengan umur yang panjang.
3. Lebih Baik daripada Garam
Kandungan natrium MSG hanya 12 persen dibandingkan garam yang mencapai 36 persen, sehingga garam bisa menyebabkan hipertensi bagi para konsumennya.
Kegunaan utama penyedap masakan ini adalah sumber rasa gurih, rasa dasar kelima, dan memperkuat rasa menjadi lebih sedap.
4. Menambah Nafsu Makan pada Lansia
MSG bisa membuat cita rasa makanan menjadi lebih nikmat dan membuat kamu makan lebih banyak. Hal ini bisa membantu lansia agar bisa makan lebih baik di mana pada usia mereka terjadi penurunan kemampuan lidah.
MSG akan membantu mereka bisa mengonsumi makanan dalam jumlah yang cukup, karena kemampuan lidah yang menurun membuat rata-rata makanan terasa hambar.
5. MSG Bermanfaat bagi Kesehatan
Rumah-rumah sakit menggantikan garam dalam pengolahan makanan untuk pasien dengan monosodium glutamat karena MSG mengandung lebih sediki natrium dibandingkan garam dapur biasa. Oleh karena itu, penyedap rasa menjadi lebih aman untuk pasien pengidap hipertensi atau yang harus menghindari garam dalam dietnya. Kandungan natrium pada MSG hanya sebesar 12%, sedangkan pada garam meja mencapai 40%.
WHO merekomendasikan batas aman konsumsi MSG adalah 6 gram per hari, sedangkan Menkes RI merekomendasikan batas aman MSG sebanyak 5 gram per hari. Rata-rata orang Indonesia hanya mengonsumsi 0,65 gram MSG setiap harinya. Artinya, masih di bawah batas maksimal 5 atau 6 gram per hari.
6. ASI Ternyata Mengandung MSG
Micin yang selama ini disalahpahami begitu banyak orang terkandung dalam ASI, lo. The American Academy of Pediatrics mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa MSG atau micin tidak memiliki dampak buruk yang signifikan pada ibu menyusui dan bayi ASI yang ibunya terpapar MSG. Buktinya, MSG terdapat dalam ASI secara alami dan kandungannya 10 kali lipat dibanding susu sapi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....