Ternyata 71% Bumi Diselimuti Air, Berasal dari Komet?

  • 22 Mei 2024 08:48 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Pernahkah kita bertanya tanya bagaimana bisa air berada di Bumi? diketahui, pada permukaan bumi sebagian besar terisi oleh unsur air. Dilansir dari Spaceplace NASA dan word atlas, Jika air di Bumi disatukan, maka akan menjadi sebuah bola seluas 860 mil.

Sebanyak 71 persen permukaan Bumi tertutup air. Hampir 96,5 persen semuanya adalah air asin. Bumi dan planet-planet lainnya muncul dari piringan protoplanet yang mengelilingi matahari selama 4,5 miliar tahun silam.

Di dalam air garam terdapat berbagai jenis garam. Akan tetapi, kebanyakan mengandung natrium klorida, garam yang sama dengan yang kita tambahkan ke makanan. Hanya 3,5 persen dari air tawar di Bumi yang dapat diminum. Sebanyak 68 persen sebagian besar air tawar terperangkap dalam es dan gletser.

Kemudian, sepertiga air tawar berada di tanah, yang biasa disebut air tanah dan dua persen terakhir air tawar berada di sungai dan danau. Jumlah yang sangat kecil lainnya berada di atmosfer kita, di mana akan menjadi uap air yang membentuk awan.

Sekitar 4,1 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu, tata surya bagian dalam mengalami periode waktu yang disebut Pengeboman Berat Akhir (Late Heavy Bombardment).

Fenomena tersebut menyebabkan banyak asteroid, komet, dan meteor berdampak pada planet bagian dalam.

Banyak benda-benda yang mengandung es, menabrak planet dan membawa air bersamanya. Bukti asteroid dan komet yang membawa air ke Bumi berasal dari perbandingan air di Bumi dengan air yang ditemukan di objek es.

Para ilmuwan menggunakan rasio yang membandingkan air berat dengan air biasa. Air biasa hanyalah H2O, sedangkan hidrogen berat (heavy water) adalah molekul air yang mengandung neutron ekstra yang terikat pada atom hidrogen, yang disebut deuterium.

Dengan mengetahui rasio air berat dengan air normal di Bumi, para ilmuwan kemudian membandingkan rasio itu dengan air di asteroid dan komet. Rasio di air Bumi hampir identik dengan asteroid dan beberapa komet

Wahana antariksa Rosetta mengorbit komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA) itu mempublikasikan data hasil analisa terhadap air yang terperangkap di tubuh komet.

Hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata, air yang membeku di komet Chury berbeda dengan air yang terdapat di permukaan Bumi. Temuan tersebut mengesampingkan komet sebagai sumber air di Bumi.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan meneliti rasio hidrogen berat dan hidrogen ringan yang membentuk air jika digabungkan dengan oksigen.

Mereka mengungkap, jejak hidrogen berat pada Chury berjumlah tiga kali lebih banyak ketimbang air di bumi.

Intinya, secara umum hasil penelitian itu menyatakan bahwa air yang terperangkap di tubuh komet berbeda jauh dengan air yang ada di Bumi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....