Berikut Dampak Tidur Menggunakan Kipas Angin
- 21 Mei 2024 21:40 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Di Indonesia, banyak orang yang menganggap jika tidur dengan menyalakan kipas angin dapat berisiko menyebabkan masuk angin hingga paru-paru basah. Ada juga yang bilang jika kipas angin membuat keringat tidak bisa keluar dan akan mengendap di dalam tubuh.
Namun, benarkah bahaya tidur dengan kipas angin sesuai dengan anggapan masyarakat, atau ini sekadar mitos?
Dikutip dari alodokter.com, faktanya, tidur dengan kipas angin yang menyala memang terkait dengan beberapa masalah kesehatan, antara lain:
1. Alergi dan asma
Bagi Anda penderita asma dan alergi, sebaiknya tidak menyalakan kipas angin saat tidur.
Debu dan kotoran yang menempel di kipas angin akan berterbangan di dalam ruangan, kemudian terhirup dan meningkatkan risiko kekambuhan gejala asma atau alergi. Oleh karena itu, ingatlah untuk rutin membersihkan kipas angin setiap bulan.
2. Hipertermia
Hipertermia adalah kondisi di mana suhu tubuh sangat tinggi, yaitu di atas 40°C. Pada kondisi ini, mekanisme di dalam tubuh gagal untuk mendinginkan suhu badan.
Saat berada di lingkungan yang hangat atau sedikit panas, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan keringat, sehingga suhu badan tetap normal.
Tetapi jika suhu udara sangat panas, mekanisme tubuh tersebut tidak lagi mampu mengimbanginya. Akibatnya, suhu tubuh akan naik dan terjadi hipertermia.
Jika tidak segera mendapat pertolongan, hipertermia dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian.
Ada yang bilang bahwa kipas angin dapat memicu hipertermia. Namun faktanya, tidur dengan kipas angin menyala tidak menyebabkan hipertermia.
Menyalakan kipas angin justru menjadi cara yang paling mudah dan murah untuk mendinginkan tubuh ketika cuaca sangat panas.
3. Hipotermia
Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh kurang dari 35°C. Hal ini terjadi karena tubuh kehilangan panas dengan cepat, namun lambat dalam memproduksi panas.
Jika tidak segera ditangani, hipotermia yang umumnya disebabkan oleh cuaca atau udara dingin ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga kematian.
Di Indonesia yang beriklim tropis dan hangat, risiko seseorang untuk terkena hipotermia sangat kecil, walaupun kipas angin digunakan saat tidur malam. Sebab, kipas angin tidak bisa mendinginkan suhu udara di ruangan secara drastis.
Anggapan terkait bahaya tidur dengan kipas angin belum terbukti secara ilmiah dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Akan tetapi, penggunaan kipas angin memang perlu diperhatikan, terutama dalam hal kebersihannya. Kipas angin harus dibersihkan guna mencegah kipas angin menyebarkan debu dan kotoran yang dapat membuat gejala asma dan alergi kambuh.
Jika Anda mengalami asma atau alergi akibat pemakaian kipas angin saat tidur, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
4. Membuat Tenggorokan dan Hidung Kering
Tidur dengan kipas angin dapat membuat hidung dan tenggorokan kamu mengering. Kondisi ini dapat memicu produksi mukus (lendir) berlebih, sinusitis, nyeri kepala, dan hidung mampet.
Karena itu, sebaiknya jangan mengarahkan kipas angin langsung ke arah tempat tidur ataupun tubuh. Jika diperlukan, pasang filter udara di kamar tidur.
5. Kekurangan Cairan
Dehidrasi bisa terjadi ketika tidur pakai kipas angin. Pasalnya, udara dingin yang dihasilkan kipas akan menyerap cairan tubuh. Ketika cairan sudah terserap, tubuh melemah sehingga organ tubuh tidak bekerja dengan baik.
Dehidrasi bisa menyebabkan anda kehausan sehingga sering terjaga di malam hari. Agar tidak kekurangan cairan, perbanyak minum air putih, ya!
6. Mata dan Kulit Kering
Bahaya tidur pakai kipas angin juga bisa membuat mata dan kulit menjadi kering. Mata yang kering mudah mengalami iritasi.
Adapun kulit kering lebih rentan terinfeksi kuman dan patogen penyebab penyakit lainnya. Garis-garis kulit anda pun jadi lebih terlihat sehingga tampak lebih tua.
Gunakan losion atau pelembap agar kulit anda tidak kering. Hindari mengarahkan kipas angin langsung ke tubuh supaya mata anda juga tidak kering.
7. Bell’s Palsy
Udara dingin yang dihasilkan kipas angin bisa menimbulkan Bell’s palsy, yaitu penyakit yang melumpuhkan sistem saraf wajah. Kamu berisiko mengembangkan penyakit ini ketika tidur dengan kipas angin semalaman.
Bell’s palsy menyebabkan pembengkakan wajah di area tertentu. Anda jadi tidak leluasa berekspresi, seperti tersenyum atau tertawa.
8. Nyeri Otot
Nyeri otot bisa terjadi akibat kebiasaan tidur dengan kipas angin. Sirkulasi udara yang dingin membuat kamu lebih rentan mengalami kontraksi otot. Apabila anda mengalami nyeri otot sebelumnya, gejala nyeri dan keram otot yang kamu rasakan bisa makin parah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....