Kafein Bantu Redakan atau Picu Sakit Kepala?

  • 09 Nov 2025 19:45 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Kafein kerap menjadi andalan banyak orang untuk memulai hari. Tidak hanya memberi dorongan energi, zat ini juga dapat membantu meredakan sakit kepala tertentu. Namun di sisi lain, konsumsi yang berlebihan justru dapat memperburuk kondisi tersebut.

Dalam jumlah yang tepat, kafein mampu menyempitkan pembuluh darah sehingga membantu mengurangi rasa nyeri, terutama pada sakit kepala tegang dan migrain. Penelitian yang dimuat dalam The Journal of Headache and Pain menyebutkan bahwa sekitar 100 hingga 150 miligram kafein, setara satu cangkir kopi kecil, dapat membantu menurunkan intensitas sakit kepala atau bahkan mencegahnya.

Ahli saraf dari Cleveland Clinic, Dr Emad Estemalik, menjelaskan bahwa saat migrain terjadi, pembuluh darah di otak mengalami pelebaran. “Kafein dalam takaran yang tepat berfungsi sebagai vasokonstriktor, yaitu membantu menyempitkan pembuluh darah dan meredakan nyeri,” katanya.

Meski begitu, konsumsi berlebihan bukanlah solusi. Dr Estemalik menegaskan bahwa asupan kafein yang terlalu sering dapat memicu kondisi caffeine overuse headache, di mana kafein yang awalnya membantu justru menjadi penyebab rasa sakit.

Peringatan serupa disampaikan Dr Katy Munro dari National Migraine Centre. Ia mengatakan bahwa menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba juga dapat menyebabkan gejala putus kafein atau withdrawal, termasuk sakit kepala. Selain itu, ia menyarankan untuk menghindari minum kopi pada sore atau malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur.

Para ahli sepakat: kafein bisa menjadi teman atau lawan, tergantung pada dosis dan kebiasaan konsumsi. Mengatur waktu dan jumlah asupan adalah kunci agar manfaatnya tetap terasa tanpa memicu masalah baru.

Rekomendasi Berita