MSG Bikin Bodoh, Fakta atau Mitos
- 01 Jul 2025 02:55 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Monosodium Glutamate (MSG) yang tak lain adalah micin merupakan senyawa aditif makanan yang sering digunakan untuk meningkatkan cita rasa. MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat, yaitu asam amino yang secara alami terdapat dalam berbagai makanan seperti tomat, keju, dan daging. Badan kesehatan dunia seperti FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat dan EFSA (European Food Safety Authority) menganggap MSG aman jika dikonsumsi dalam jumlah tidak berlebihan.
Efek Samping MSG
MSG telah menjadi subjek kontroversi terkait potensi efek sampingnya. Beberapa orang melaporkan gejala yang disebut sebagai "Chinese Restaurant Syndrome" atau "MSG Symptom Complex", yakni gejala yang timbul setelah mengkonsumsi MSG, meskipun bukti ilmiah tidak konsisten.
Efek Samping yang Dilaporkan
Gejala Ringan: Sakit kepala, rasa mual, mulut kering, sensasi kesemutan atau panas disekitar leher, wajah, atau area tubuh lainnya.
Gejala Berat (Jarang Terjadi): Sesak napas, detak jantung cepat, nyeri dada
Hubungan dengan Alergi atau Intoleransi: beberapa individu mungkin lebih sensitif terhadap MSG, tetapi tidak semua orang mengalami efek negatif.
Penelitian dan Bukti
Dilansir dari UNAIR News, menyebutkan bahwa BPOM dan WHO telah mengklaim bahwa MSG aman dikonsumsi dalam batas wajar. Efek samping cenderung terjadi hanya ketika MSG dikonsumsi dalam jumlah yang sangat besar (melebihi 3 gram sekaligus) tanpa makanan pendamping.
Ulasan pada tahun 2019 di Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa sensitivitas MSG sangat jarang dan tidak menunjukkan reaksi alergi yang signifikan pada kebanyakan orang.
Kekhawatiran dan Mitos
Kaitan dengan Obesitas:
Beberapa studi hewan menunjukkan bahwa konsumsi MSG dapat meningkatkan nafsu makan, tetapi penelitian pada manusia tidak konsisten.
Pengaruh pada Otak:
MSG mengandung asam glutamat, yang merupakan neurotransmitter di otak. Namun, asam glutamat dalam MSG tidak melewati blood-brain barrier dalam jumlah besar, sehingga pengaruhnya pada otak dianggap minimal.
Kontroversi mitos:
Konsumsi micin atau MSG bikin bodoh adalah hoaks atau mitos yang tidak berdasar pada ilmiah, akan tetapi konsumsi dalam jumlah berlebih dapat meyebabkan mual, sakit kepala tetapi tidak berpengaruh pada penurunan kecerdasan.
Panduan Konsumsi
Jumlah Aman: Organisasi kesehatan global tidak menetapkan batas konsumsi MSG, tetapi disarankan untuk tidak berlebihan.
Alternatif Alami: Untuk orang yang sensitif, penggunaan bahan alami seperti kaldu jamur, keju parmesan, atau tomat kering bisa memberikan rasa gurih tanpa MSG tambahan.
Banyak minum air setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG untuk mengurangi efek samping
MSG pada dasarnya aman bagi kebanyakan orang jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Sensitivitas terhadap MSG jarang terjadi, tetapi jika Anda merasa mengalami gejala setelah mengonsumsinya, konsultasikan dengan dokter. Sebagai tambahan, penting untuk menjaga pola makan seimbang dengan fokus pada bahan alami dan minim olahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....