Ini Alasan Kenapa Tidak Bisa Gelitik Badan Sendiri

  • 29 Jun 2025 21:07 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Pernahkah kamu mencoba menggelitik diri sendiri namun tak merasa geli sama sekali? Fenomena ini bukan sekadar kebetulan atau hal sepele. Ternyata, ada penjelasan ilmiah yang menarik di balik ketidakmampuan kita untuk merasakan geli saat menggelitik diri sendiri. Hal ini telah menjadi perhatian para ahli saraf selama bertahun-tahun.

Menurut para ilmuwan, penyebab utama mengapa kita tidak bisa geli saat menggelitik diri sendiri adalah karena otak sudah bisa memprediksi gerakan tersebut. Ketika kita menyentuh tubuh sendiri dengan niat menggelitik, otak mengetahui persis apa yang akan terjadi dan kapan itu terjadi. Alhasil, sensasi mengejutkan yang biasanya memicu rasa geli pun tidak muncul.

Dilansir dari situs resmi University College London (UCL), bagian otak yang bernama cerebellum atau otak kecil memiliki peran besar dalam hal ini. Cerebellum bertanggung jawab untuk mengontrol gerakan motorik dan juga memprediksi sensasi tubuh yang dihasilkan dari gerakan tersebut. Karena itulah, otak memblokir respon geli ketika mengetahui bahwa sensasi tersebut berasal dari diri sendiri.

Sebaliknya, ketika orang lain yang menggelitik, otak tidak bisa memprediksi gerakan secara akurat, sehingga muncullah sensasi mengejutkan dan geli. Inilah alasan mengapa kamu bisa tertawa terbahak-bahak saat teman atau saudaramu menggelitik, tapi hanya diam tanpa respon saat kamu mencobanya sendiri.

Profesor Sarah-Jayne Blakemore, ahli saraf dari UCL, mengatakan dalam penelitiannya bahwa reaksi geli adalah respons pertahanan tubuh terhadap rangsangan yang tidak terduga. Oleh karena itu, otak cenderung lebih sensitif terhadap sentuhan dari luar yang datang secara tiba-tiba.

Penelitian ini pun didukung oleh berbagai eksperimen dengan mesin robotik yang menggelitik peserta. Ketika robot digerakkan secara otomatis dan peserta tidak tahu kapan akan disentuh, mereka merasakan geli. Namun saat peserta mengontrol sendiri robot tersebut, rasa geli pun berkurang drastis atau bahkan hilang.

Menariknya, para peneliti juga menilai bahwa rasa geli punya hubungan erat dengan sistem sosial manusia. Anak-anak misalnya, kerap tertawa saat digelitik karena itu bisa memperkuat ikatan sosial dengan orang tua atau saudara mereka. Namun, ketika dilakukan sendiri, fungsi sosial tersebut juga hilang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....