Pizza: Dari Makanan Rakyat Jelata Napoli hingga Ikon Kuliner Global
- 02 Mei 2025 09:26 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo – Siapa yang tak kenal pizza? Makanan berbentuk bundar dengan aneka topping ini telah menjelma menjadi ikon kuliner global yang dicintai berbagai kalangan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa pizza awalnya dianggap sebagai makanan kelas bawah yang hanya dikonsumsi masyarakat miskin di Napoli, Italia.
Menurut sejarawan kuliner Carol Helstosky dalam bukunya Pizza: A Global History (2008), pada abad ke-18 pizza hanyalah roti pipih bertopping tomat dan bawang yang dijual di jalanan kota Napoli. Perubahan citra pizza mulai terjadi ketika Raja Umberto I dan Ratu Margherita mencicipinya saat berkunjung ke Napoli pada tahun 1889. Sang ratu jatuh hati pada pizza sederhana bertopping tomat, mozzarella, dan daun basil—yang kemudian dikenal sebagai “Pizza Margherita”. Sejak saat itu, pizza mulai memperoleh pengakuan dari kalangan bangsawan.
Memasuki abad ke-20, para imigran Italia membawa resep pizza ke Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam, pizza mengalami evolusi besar. Pada tahun 1905, Gennaro Lombardi membuka restoran pizza pertama di New York, yang kini dikenal sebagai Lombardi’s Pizza. Varian-varian khas seperti “deep dish” dari Chicago dan “New York-style” pun mulai bermunculan dan mendapatkan tempat di hati masyarakat.
Kini, pizza menjadi makanan favorit di seluruh dunia. Menurut laporan Statista (2023), pendapatan global dari industri pizza mencapai lebih dari USD 160 miliar. Amerika Serikat menjadi negara dengan konsumsi pizza tertinggi, dengan rata-rata konsumsi 23 pon (sekitar 10,4 kg) per orang per tahun. Bahkan, lebih dari 3 miliar pizza dikonsumsi setiap tahunnya di AS saja.
Tak hanya di restoran, industri pizza beku juga mengalami pertumbuhan signifikan. Studi dari Fortune Business Insights memperkirakan pasar global pizza beku akan tumbuh hingga mencapai USD 25 miliar pada tahun 2027. Praktis dan kaya variasi, pizza beku menjadi pilihan favorit masyarakat modern yang hidup dengan ritme cepat.
Menariknya, pizza juga menjadi objek penelitian ilmiah. Dalam jurnal Physics of Fluids (2021), para ilmuwan meneliti bagaimana keju meleleh dan menyebar di atas permukaan pizza, yang ternyata sangat dipengaruhi oleh kelembapan, suhu, dan jenis keju yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa pizza bukan sekadar makanan cepat saji, melainkan juga subjek serius dalam dunia sains.
Lebih dari itu, pizza telah menjadi simbol budaya global. Kini, hampir setiap negara memiliki versi khasnya masing-masing, mulai dari pizza Jepang dengan topping mayones dan seafood, hingga pizza ala Turki yang dikenal dengan nama pide.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....