Fenomena Hujan Jelly di Gorontalo, BMKG Beri Tanggapan
- 18 Feb 2025 17:19 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo – Warga Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, dihebohkan dengan fenomena hujan mirip jelly yang terjadi pada Sabtu (15/2/2025) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Kejadian yang terekam dalam video dan beredar di media sosial ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Direktorat Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengungkapkan bahwa pihaknya masih meragukan kebenaran fenomena ini. Menurutnya, meskipun ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan fenomena tersebut, BMKG tidak bisa langsung berasumsi tanpa data yang valid.
"Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi yang benar-benar valid terkait fenomena hujan jelly di Gorontalo Utara. Tim BMKG sedang berkoordinasi dengan BPBD Gorontalo dan menghubungi pemilik akun media sosial yang mengunggah video kejadian tersebut untuk verifikasi lebih lanjut," jelas Ida.
Sementara itu, Prakirawan Stasiun Meteorologi (Stamet) Djalaluddin Gorontalo, Naufal Pramudya Irawan, menyebut ada beberapa kemungkinan penyebab fenomena tersebut:
- Fenomena Biologis – Hujan jelly bisa terjadi akibat hewan laut kecil seperti ubur-ubur atau plankton yang terbawa oleh badai atau angin kencang ke atmosfer, lalu jatuh kembali ke daratan bersama hujan.
- Fenomena Meteorologi – Angin yang sangat kuat dapat mengangkat bahan-bahan dari laut atau perairan lainnya ke atmosfer, yang kemudian turun kembali dalam bentuk hujan yang tidak biasa.
- Pencemaran atau Limbah – Beberapa kasus hujan jelly bisa terjadi akibat limbah industri atau pencemaran air yang menghasilkan zat gelatin, meskipun fenomena ini jarang terjadi.
Naufal menegaskan bahwa untuk mengetahui penyebab pasti dari fenomena ini diperlukan penelitian lebih lanjut. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya sebelum ada hasil penelitian ilmiah yang memastikan kebenaran fenomena ini," tambahnya.
Hingga kini, BMKG dan pihak terkait masih mengumpulkan data untuk mempelajari fenomena yang sempat menghebohkan warga Gorontalo Utara tersebut.(ymp)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....