Hoaks Solusi Kebocoran Gas Elpiji Dengan Memukul Katupnya
- 15 Des 2024 16:35 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo - Pada Kamis (5/12/2024), akun Facebook “Asroli Nata” membagikan sebuah video yang menunjukkan cara mengatasi kebocoran gas di rumah. Dalam video tersebut, terlihat seseorang meneteskan sedikit air ke lubang katup gas dan kemudian memukul katup dengan kayu balok. Menurut narasi dalam video tersebut, tanda gas bocor adalah plastik penutup yang melendung saat ditutup rapat. Solusi yang disarankan adalah meneteskan air pada lubang gas dan memukul katup hingga gelembung-gelembung yang muncul hilang, sebagai tanda bahwa kebocoran gas telah teratasi.
Hingga Sabtu (14/12/2024), video tersebut telah mendapatkan hampir 8.000 likes, dibagikan lebih dari 7.000 kali, dan menarik lebih dari 600 komentar dari pengguna media sosial.
Namun, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, memberikan klarifikasi terkait teknik yang diajarkan dalam video tersebut. Menurutnya, memukul katup tabung elpiji saat terjadi kebocoran gas justru sangat berbahaya, karena bisa memicu ledakan. Heppy menjelaskan bahwa tindakan tersebut bisa merusak katup lebih parah, yang justru meningkatkan risiko kebocoran gas lebih lanjut.
"Memukul katup justru dapat merusak lebih parah, sehingga dikhawatirkan kebocoran bisa meningkat. Perlakuan yang tidak tepat bisa memicu risiko ledakan," kata Heppy.
Selain itu, Heppy juga menegaskan bahwa meneteskan air ke dalam tabung elpiji bukanlah solusi untuk mengatasi kebocoran gas. Metode tersebut lebih digunakan untuk mendeteksi adanya kebocoran, karena jika gelembung muncul, itu menunjukkan adanya kebocoran pada tabung gas. Namun, ia mengingatkan agar cara ini tidak dilakukan sembarangan tanpa pengetahuan atau alat yang memadai, karena tetap berisiko jika gas terpapar sumber api.
Jika terjadi kebocoran gas, Heppy menyarankan langkah-langkah yang lebih aman, yaitu:
- Mematikan semua sumber api,
- Mematikan saklar listrik, dan
- Membawa tabung elpiji ke tempat terbuka.
Untuk penanganan lebih lanjut, masyarakat disarankan menghubungi Pertamina Call Center 135 atau teknisi berlisensi agar penanganannya sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....