Kala Sulaman Khas Gorontalo Dibawa 'Naik Kelas' di HARFEST–GKK 2026
- 10 Sep 2026 10:03 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Sinergi HARFEST dan GKK digelar pada 11–13 September 2026 di Gorontalo.
- Mendorong business matching UMKM hingga Rp4,2 miliar dan pembiayaan Rp550 juta.
- Memamerkan TENUKALA (eco-printing Karawo) dan Kopi Liberika (Specialty Coffee).
- Transaksi penuh via QRIS serta GKK masuk Kharisma Event Nusantara (KEN).
- Diisi fashion show, festival kuliner, dan penampilan penyanyi nasional Yura Yunita
RRI.CO.ID, GORONTALO — Sulam Karawo tak lagi sekadar kain adat warisan leluhur yang disimpan rapi di dalam lemari. Pada 11–13 September 2026 mendatang, kerajinan tangan kebanggaan warga Gorontalo ini bakal 'menginvasi' panggung ekonomi kreatif lewat kolaborasi megah Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026.
Sinergi yang digagas Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi dan Dekranasda ini siap mengubah wajah tradisi menjadi motor penggerak ekonomi bernilai miliaran rupiah.
Bukan Sekadar Pesta Budaya, Target Bisnis Tembus Rp4,2 Miliar
Jika biasanya festival budaya identik dengan ajang selebrasi visual semata, HARFEST x GKK 2026 justru datang dengan taji bisnis yang terukur. Merekrut ratusan pelaku UMKM lokal, festival ini mematok target ambisius: business matching transaksi penjualan hingga Rp4,2 miliar dan pembiayaan perbankan sebesar Rp550 juta.
Strateginya tak main-main. Pelaku UMKM kerajinan dan pangan tak hanya dijajakan kepada pengunjung lokal, tetapi juga dipertemukan langsung dengan buyer besar, off-taker, aggregator, hingga jaringan ritel ekspor.
"Melalui HARFEST, kami ingin membuka ruang yang lebih luas agar UMKM dapat meningkatkan kualitas dan inovasi produk, bertemu dengan buyer besar, memperoleh akses pembiayaan, serta memanfaatkan digitalisasi," tegas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana.

Eksperimen Modern: Inovasi 'TENUKALA' hingga Kopi Liberika
Upaya menaikkan kelas produk lokal ini diimbangi dengan deretan inovasi unik. Sulam Karawo kini dipadukan dengan teknik eco-printing serta racikan busana TENUKALA (Tenun, Karawo, dan Leaf Arts) — sebuah terobosan kreasi yang berhasil menembus jajaran Top-20 Impactful Program Citra Nusa.
Tak berhenti di kain, festival ini juga mengangkat olahan Kopi Liberika khas Gorontalo yang baru saja menyabet predikat Specialty Coffee. Seluruh transaksi di area festival pun dipastikan cashless menggunakan QRIS untuk mendorong ekosistem digital yang makin inklusif.
Pesta Karnaval Berkelas Nusantara
Penguatan daya saing UMKM ini makin lengkap dengan atmosfer meriah GKK 2026 yang kembali terpilih dalam ajang bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN). Mengusung tema "Ritme Hulondalo, Harmoni Warisan Gorontalo", jalanan Gorontalo akan disulap menjadi panggung parade busana Karawo skala nasional.
Mulai dari showcase busana, pameran kopi, festival kuliner, hingga seminar ekonomi kreatif siap memanjakan mata pengunjung. Sebagai penutup kemeriahan, penyanyi nasional Yura Yunita dijadwalkan hadir membakar semangat dan menghibur masyarakat Gorontalo.
Lewat kombinasi atraksi budaya berkelas nasional dan transaksi bisnis bernilai fantastis, HARFEST–GKK 2026 membuktikan bahwa warisan tradisi Gorontalo sanggup berdiri gagah di pasar global tanpa kehilangan identitasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....