Pantun, Warisan Tradisi Melayu yang Menjadi Jembatan dalam Kehidupan Sosial
- 05 Sep 2026 20:57 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID ,Gorontalo - Pantun saat ini lebih banyak dikenal melalui buku pelajaran, perlombaan, acara formal hingga berbagai unggahan di media sosial. Namun, jauh sebelum menjadi bagian dari kegiatan tersebut, pantun memiliki ruang yang jauh lebih luas dalam kehidupan masyarakat Melayu.
Mengutip good news from indonesia, pantun merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat Melayu, termasuk di Riau dan Kepulauan Riau. Pada masa lalu, berpantun tidak sekadar dilakukan untuk hiburan atau pertunjukan. Tradisi ini melekat dalam berbagai aktivitas kehidupan dan kegiatan budaya masyarakat Melayu.
Pantun juga menjadi salah satu cara masyarakat menyampaikan pesan kepada orang lain. Nasihat, teguran, hingga ungkapan perasaan dapat disampaikan melalui rangkaian kata yang terdengar indah dan tidak secara langsung menyinggung orang yang menjadi tujuan pesan.
Misalnya, ketika seseorang ingin mengingatkan anak muda agar tidak bersikap sombong. Pesan tersebut tidak harus disampaikan dengan kalimat tegas seperti, “Jangan terlalu sombong.”
Dalam tradisi berpantun, nasihat itu dapat dikemas melalui ungkapan yang lebih halus. Cara tersebut bukan berarti masyarakat Melayu menghindari keterusterangan, melainkan menunjukkan adanya penghargaan terhadap perasaan dan martabat orang lain.
Di sinilah pantun memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Pantun dapat menjadi sarana untuk menyampaikan kebenaran atau nasihat tanpa harus membuat orang yang mendengarnya merasa dipermalukan.
Pantun dan Cara Masyarakat Melayu Menjaga Hubungan Sosial
Pantun sebenarnya tidak hanya dapat dilihat sebagai karya sastra atau peninggalan budaya. Di dalamnya terdapat gambaran mengenai bagaimana masyarakat Melayu membangun komunikasi dan menjaga hubungan dengan sesama.
Pemilihan kata yang halus, penggunaan perumpamaan, serta penyampaian pesan secara tidak langsung menunjukkan adanya nilai kesopanan dalam komunikasi.
Pesan tetap disampaikan, tetapi hubungan antarmanusia juga tetap dijaga. Karena itu, pantun dapat dipandang sebagai semacam jembatan dalam komunikasi sosial.
Melalui pantun, seseorang dapat memberikan nasihat tanpa menggurui, menyampaikan kritik tanpa merendahkan, maupun mengungkapkan perasaan tanpa harus berbicara secara terus terang.
Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa bagi masyarakat Melayu, cara menyampaikan sebuah pesan sama pentingnya dengan pesan yang ingin disampaikan.
Di tengah kehidupan modern yang semakin terbiasa dengan komunikasi singkat dan langsung, nilai yang terkandung dalam tradisi pantun menjadi menarik untuk kembali diperhatikan.
Pantun bukan hanya tentang rima dan keindahan kata. Lebih dari itu, pantun menyimpan nilai tentang kesantunan, penghormatan terhadap orang lain, serta cara menjaga hubungan sosial melalui komunikasi yang bijaksana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....