Seka Keak, Permainan Tradisional Bengkulu saat Musim Kemiri
- 29 Agt 2026 14:11 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID ,Gorontalo - Musim kemiri pada masa lalu tidak hanya menjadi waktu bagi masyarakat Bengkulu untuk memanfaatkan hasil alam. Bagi anak-anak, musim tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengumpulkan buah kemiri yang kemudian digunakan sebagai alat permainan tradisional bernama seka keak.
Seka keak merupakan permainan tradisional yang berasal dari Bengkulu. Nama permainan ini diambil dari bahasa Rejang Lebong yang berarti buah kemiri, sesuai dengan benda utama yang digunakan dalam permainan.
Ketika musim kemiri tiba, anak-anak biasanya lebih mudah mendapatkan buah tersebut. Kemiri yang dikumpulkan kemudian menjadi bagian penting dalam permainan yang dilakukan bersama teman-teman.
Dilansir dari gnfi, permainan seka keak tidak membutuhkan peralatan khusus. Setiap pemain cukup menyiapkan sedikitnya dua buah kemiri sebelum permainan dimulai. Jumlah pemainnya paling sedikit dua orang dan tidak memiliki batas maksimal.
Semakin banyak kemiri yang berhasil dikumpulkan, semakin seru pula permainan yang dapat dilakukan. Karena itu, musim kemiri menjadi momentum yang ditunggu untuk memainkan seka keak.
Dalam buku Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya: Permainan Tradisional Anak Bengkulu karya Seno Undri Rahmadona, seka keak disebut sebagai salah satu permainan tradisional masyarakat Bengkulu. Permainan tersebut pada masanya tidak hanya dimainkan anak-anak, tetapi juga dikenal di kalangan remaja hingga orang dewasa.
Seka keak termasuk permainan yang bersifat kompetitif. Para pemain saling berhadapan untuk menentukan pemenang dengan menggunakan buah kemiri yang telah disiapkan.
Kesederhanaan permainan ini memperlihatkan bagaimana anak-anak pada masa lalu memanfaatkan benda-benda yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai sarana hiburan. Buah kemiri yang mudah ditemukan ketika musimnya tiba tidak hanya dimanfaatkan sebagai hasil alam, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas bermain.
Namun, keberadaan seka keak kini semakin jarang terlihat. Perubahan pola bermain dan hadirnya berbagai bentuk hiburan modern membuat permainan tradisional tersebut tidak lagi dimainkan sesering dahulu, terutama di kawasan perkotaan.
Meski demikian, seka keak menyimpan cerita tentang hubungan anak-anak dengan alam dan tradisi masyarakat Bengkulu. Permainan yang sederhana dengan memanfaatkan buah kemiri ini menjadi salah satu warisan budaya yang penting untuk dikenalkan kembali kepada generasi muda.
Musim kemiri yang dahulu identik dengan aktivitas bermain seka keak kini menjadi bagian dari kenangan permainan tradisional Bengkulu yang perlu terus diwariskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....