Tradisi Unik Kemerdekaan di Perempatan Drum Jalan Pancawardana
- 19 Agt 2026 12:11 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Gorontalo memiliki cerita unik di Simpang Empat atau Perempatan Drum, Kelurahan Ipilo dan Padebuolo. Selama satu dekade, masyarakat bersama generasi muda setempat konsisten menggelar upacara penaikan dan penurunan bendera di lokasi tersebut.
Tokoh masyarakat Karim Salawali mengatakan, tradisi ini telah dimulai sejak 2016. Awalnya, para anak muda hanya berencana menggelar berbagai perlombaan tradisional seperti balap karung dan makan kerupuk untuk memeriahkan kemerdekaan. Namun, ia menyarankan agar kegiatan tersebut dilengkapi dengan upacara bendera meskipun harus dilaksanakan dengan persiapan sederhana.
Saran tersebut kemudian menjadi tradisi yang terus dipertahankan hingga sekarang. Menurut Karim, pelaksanaan upacara tidak pernah dibentuk melalui kepanitiaan khusus. Kegiatan dilakukan secara gotong royong oleh generasi muda dan masyarakat sekitar Ipilo dan Padebuolo dengan mengandalkan dana swadaya masyarakat.
Karim yang di Daulat turut bertindak sebagai inspektur upacara bendera pada HUT ke-81 RI, Senin, 17 Agustus 2026, mengatakan kesederhanaan persiapan, tidak mengurangi kekhidmatan pelaksanaan upacara. Bahkan, kegiatan tersebut pernah mendapat perhatian melalui program On The Spot Trans7.
Ketua Pelaksana Upacara Penaikan dan Penurunan Bendera 2026, Ririn, mengatakan persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Meski demikian, gabungan generasi muda Ipilo dan Padebuolo jalan Panca Wardana tetap kompak hingga upacara dapat berlangsung aman dan sukses.
Ririn menyebut keberhasilan kegiatan tidak lepas dari dukungan masyarakat, pemerintah kelurahan, serta Pemerintah Kota Gorontalo. Dukungan tersebut membuat generasi muda semakin percaya diri untuk mempertahankan tradisi upacara bendera yang telah berlangsung selama 10 tahun.
Menurut Ririn, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan kegiatan. Kekompakan menjadi kekuatan utama karena masyarakat dan generasi muda ikut terlibat setiap tahun. Regenerasi juga terus dilakukan dengan melahirkan generasi penerus yang nantinya mengambil peran sebagai pelaksana upacara.
Karim berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan menghadirkan berbagai kreativitas baru dari generasi muda. Sementara Ririn berharap pelaksanaan upacara semakin meriah dan kompak, sekaligus menjadi ruang untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme, mencintai serta menjaga keutuhan NKRI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....