Menjaga Martabat Diri di Era Digital
- 31 Mar 2026 15:08 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID Gorontalo: Dalam sebuah program religi pagi, narasumber menyampaikan pesan penting terkait edukasi pada perempuan untuk menjaga martabat dan harga dirinya dalam bermedsos. Ia mengibaratkan perempuan sebagai mutiara—indah, berharga, dan memiliki pesona yang memikat. Namun, mutiara tetap terlindungi dalam cangkangnya. Perlindungan itu bukan untuk membatasi, melainkan menjaga nilai dan kehormatannya agar tidak mudah direndahkan oleh pandangan yang salah.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam ajaran Islam, perempuan memiliki kedudukan yang sangat mulia. Perempuan adalah sosok yang “mahal”, bukan dalam arti materi, tetapi dalam nilai, akhlak, dan kehormatan. Oleh karena itu, menjaga diri, termasuk dalam berperilaku di media sosial, menjadi bagian dari bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Perilaku tanpa batas di media sosial, seperti mengumbar hal-hal yang seharusnya dijaga, dapat mengikis nilai diri secara perlahan. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut bisa mengundang penilaian negatif, bahkan berdampak pada masa depan. Media sosial seharusnya menjadi sarana berbagi kebaikan, inspirasi, dan ilmu, bukan sebaliknya.
Melalui edukasi ini, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Mari menjadikan setiap unggahan sebagai cerminan akhlak dan kepribadian yang baik. Khususnya bagi perempuan, jagalah diri sebagaimana mutiara yang tetap berkilau karena terlindungi. Sebab, kehormatan bukan untuk dipertontonkan, tetapi untuk dijaga dengan penuh kesadaran dan keimanan.
tengah pesatnya perkembangan media sosial, fenomena seseorang melakukan berbagai hal tanpa rasa malu demi perhatian publik semakin marak terjadi. Demi mendapatkan pengakuan, popularitas, hingga jumlah pengikut, tidak sedikit yang mengabaikan norma, etika, bahkan nilai-nilai agama. Padahal, setiap tindakan yang dibagikan di ruang digital tetap memiliki konsekuensi, baik di dunia maupun di hadapan Tuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....