Tawa Anak Warnai Semarak Ketupat 2026 di Kaliyoso
- 29 Mar 2026 10:29 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan kegiatan Semarak Ketupat Tahun 2026 yang digelar oleh Badan Pengurus Kelompok (BPKel) OI Rajawali Gorontalo bersama Badan Pengurus Kabupaten (BPK) OI Limboto. Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman Sekretariat BPKel OI Rajawali, Desa Kaliyoso, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu 28 maret 2026.
Mengusung tema “Mo’ambuwa, Moporame, Mopalayi’o Kambungu: Membangun Harmonisasi Lewat Semarak Ketupat”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Nilai-nilai budaya lokal yang sarat makna turut dihidupkan dalam setiap rangkaian kegiatan.
Berbagai lomba tradisional menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Anak-anak hingga masyarakat umum tampak antusias mengikuti lomba seperti lari karung, makan biskuit, makan kerupuk, tiup balon, tarik tambang, lari kelereng, hingga rebutan kursi. Gelak tawa peserta dan sorak sorai penonton menciptakan suasana yang hangat dan penuh kegembiraan.
Ketua Panitia Pelaksana, Aril Igirisa, menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ketupat merupakan agenda tahunan yang secara konsisten dilaksanakan oleh pemuda setempat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah untuk menghadirkan kebahagiaan, khususnya bagi anak-anak, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
“Semarak Ketupat ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Kami ingin nilai gotong royong dan kebersamaan terus tumbuh di lingkungan masyarakat,” ujar Aril.
Hal senada disampaikan Ketua BPKel OI Rajawali Gorontalo, Wahyu Hamzah. Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Semarak Ketupat menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat ikatan sosial masyarakat.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan. Selain menjaga budaya lokal, juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkap Wahyu.
Partisipasi aktif puluhan peserta serta kehadiran masyarakat sekitar semakin menambah semarak kegiatan. Warga tampak antusias menyaksikan setiap perlombaan, bahkan turut memberikan dukungan kepada para peserta. Momentum ini pun menjadi ajang kebersamaan lintas usia yang memperkuat rasa kekeluargaan.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana penuh kegembiraan begitu terasa. Tawa anak-anak, semangat para peserta, serta kehangatan interaksi antarwarga menjadi gambaran nyata harmonisasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
Semarak Ketupat 2026 tidak hanya menjadi perayaan tradisi, tetapi juga bukti bahwa kearifan lokal mampu menjadi perekat sosial yang kuat. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan budaya di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....